BPBD Hulu Sungai Selatan Apresiasi Anak Usaha AALI Tangani Karhutla

Sedang Trending 53 menit yang lalu

Jakarta -

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalimantan Selatan, mengapresiasi keterlibatan perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Subur Agro Makmur (SAM) dalam membantu penanganan kebakaran rimba dan lahan (karhutla) nan terjadi di lahan-lahan milik penduduk masyarakat.

Kepedulian anak upaya PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) nan beraksi di Kalimantan Selatan tersebut dinilai turut memperkuat upaya penanganan karhutla di Hulu Sungai Selatan. Kepedulian tersebut diwujudkan melalui support personel, peralatan pemadaman darat, serta pengerahan helikopter untuk melakukan pemadaman dari udara (water bombing).

Kepala Pelaksana BPBD Hulu Sungai Selatan, Ika Agus, mengatakan bahwa keterlibatan beragam pihak, seperti nan dilakukan perusahaan perkebunan sawit PT SAM ini, sangat dibutuhkan untuk menghadapi ancaman karhutla, terutama ketika kondisi cuaca kering dan keterbatasan sumber air menyulitkan proses pemadaman.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, kondisi cuaca kering dan panas memang memicu karhutla di sejumlah titik. Tantangan penanganan karhutla bertambah rumit mengingat hambatan akses serta minimnya sumber air di lokasi.

Sesuai aturan, penanganan di dalam konsesi memang tanggung jawab perusahaan. Namun, menurut Agus, keikutsertaan PT SAM membantu pemadaman hingga ke lahan penduduk banget sangat berguna.

"Dukungan darat dan helikopter water bombing ini sangat membantu tim campuran mengendalikan karhutla di HSS," ujar Agus dalam keterangan tertulis, Minggu (18/10/2026).

Menurut BPBD, wilayah Hulu Sungai Selatan saat ini berada dalam status Siaga Darurat Karhutla. Kondisi tersebut menuntut kesiapsiagaan dan koordinasi lintas pihak agar kebakaran dapat ditangani sedini mungkin sebelum meluas ke wilayah lainnya.

Dukungan PT SAM menjadi bagian dari upaya berbareng tersebut. Perusahaan nan berada di Kabupaten Hulu Sungai Selatan ini mengerahkan helikopter Bell 505 Jet Ranger X untuk melakukan pemadaman melalui water bombing.

Hingga pembaruan terkini, operasi udara tersebut tercatat telah melaksanakan tiga kali pengeboman air (water bombing) pada titik-titik api di luar konsesi, tepatnya di sekitar perimeter areal perusahaan.

Keberadaan sarana udara tersebut membantu menjangkau letak kebakaran nan susah diakses melalui jalur darat, khususnya area semak belukar dan area dengan keterbatasan sumber air permukaan.

Operasi udara ini bakal terus dilanjutkan dengan tetap mempertimbangkan aspek visibilitas alias jarak pandang, serta menempatkan area di luar konsesi sebagai prioritas utama penanganan.

Di lapangan, operasi udara didukung Tim Kesiapsiagaan Tanggap Darurat (TKTD) PT SAM nan bekerja berbareng Masyarakat Peduli Api (MPA). Tim campuran melakukan pemantauan dan pemadaman langsung.

Keterlibatan perusahaan dalam penanganan kebakaran di luar wilayah konsesi perusahaan menjadi salah satu corak support perusahaan terhadap upaya pemerintah wilayah dan masyarakat dalam menghadapi ancaman karhutla.

Kolaborasi tersebut juga memperlihatkan pentingnya kesiapsiagaan bersama, mengingat akibat kebakaran lahan dan kabut asap tidak mengenal pemisah wilayah manajemen maupun konsesi.

Melalui koordinasi antara BPBD, pemerintah daerah, masyarakat, dan sektor swasta, upaya pencegahan serta penanganan karhutla di Hulu Sungai Selatan diharapkan semakin efektif, sekaligus mengurangi akibat gangguan kesehatan, lingkungan, dan aktivitas ekonomi masyarakat akibat kebakaran dan kabut asap.

(akd/akd)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News
↑