Liputan6.com, Jakarta - Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri sukses memulangkan buronan Interpol Red Notice (IRN), Michael Steven, melalui sistem ekstradisi dari Maroko. Michael diketahui merupakan bos perusahaan asuransi Kresna Life.
Sekretaris NCB Interpol Divhubinter Polri Brigjen Untung Widyatmoko, mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja sama antara Polri, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Hukum, serta otoritas Kerajaan Maroko.
"Pemerintah Kerajaan Maroko kemudian mengabulkan permohonan ekstradisi nan diajukan Pemerintah Indonesia pada 12 Juni 2026. Proses serah terima tersangka dilaksanakan pada 20 Juni 2026 di Maroko, sebelum akhirnya tiba di Indonesia pada Minggu (21/6)," kata Untung, Senin (22/6/2026).
Sebelumnya, Michael Steven ditangkap oleh Kepolisian Maroko pada 12 Maret 2026 berasas permintaan Set NCB Interpol Indonesia.
Michael merupakan tersangka kasus dugaan tindak pidana pasar modal, penipuan, penggelapan, dan tindak pidana pencucian duit (TPPU) nan ditangani Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri.
Kasus tersebut diduga menyebabkan kerugian penanammodal mencapai sekitar Rp 337,4 miliar.
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·