Bom Meledak di Kafe di Damaskus: 6 Orang Tewas, 22 Luka

Sedang Trending 3 minggu yang lalu
Ilustrasi bom. Foto: Shutterstock

Ledakan peledak terjadi di sebuah kafe di area Damaskus, Suriah, Kamis (2/7). Sebanyak 6 orang tewas dan 22 lainnya mengalami luka dalam kejadian itu.

Dilansir AFP, peristiwa ini terjadi di dekat Istana Kehakiman Damaskus, salah satu gedung krusial pemerintah. Ledakan juga sempat memicu kepanikan di area nan ramai itu.

"Ledakan nan terjadi di sebuah kafe dekat Istana Kehakiman di Damaskus disebabkan oleh bahan peledak nan dipasang di lokasi," demikian laporan televisi pemerintah Suriah.

Nour Khayyat (40), pemilik toko baterai panel surya di dekat lokasi, mengatakan ledakan terjadi sekitar pukul 15.00 waktu setempat.

"Saya mendengar ledakan nan sangat keras dan etalase toko saya bergetar," ujarnya.

"Orang-orang langsung berlari ke arah kafe dan memanggil ambulans," tambahnya.

Pemilik toko kacamata di sebelah kafe nan menjadi sasaran, Mohammed al-Dahabi, mengaku tetap gemetar saat menceritakan kejadian tersebut.

"Saya merasakan tekanan nan sangat kuat dan seluruh gedung berguncang," katanya.

"Saya berlari ke letak dan memandang orang-orang tergeletak di lantai dengan genangan darah di mana-mana," lanjutnya.

Menurutnya, pemandangan itu mengingatkannya pada rentetan pengeboman nan pernah melanda Damaskus selama nyaris 14 tahun perang kerabat di Suriah.

Pelaku Diburu

Gubernur Damaskus Maher Eldibi nan datang ke letak mengatakan penyelidikan telah dimulai.

"Siapa pun nan bertanggung jawab atas pertumpahan darah ini bakal dihukum. Setiap kali negara memasuki periode stabilitas, selalu ada pihak-pihak nan beriktikad jahat mencoba mengguncang situasi." tegasnya.

Sejak penggulingan Presiden Bashar al-Assad pada Desember 2024, pemerintahan baru Suriah nan dipimpin Presiden Ahmed al-Sharaa berupaya menguasai penuh wilayah negara, memulihkan keamanan, dan menyatukan kembali Suriah.

Namun, Damaskus tetap beberapa kali menjadi letak serangan sejak pemerintahan baru mengambil alih kekuasaan.

Serangan paling mematikan terjadi pada Juni 2025 ketika peledak bunuh diri di sebuah gereja di Damaskus menewaskan 25 orang. Serangan itu kemudian diklaim oleh sebuah golongan Islam Sunni, sementara pemerintah Suriah menyalahkan golongan ISIS.

Belakangan, sejumlah kejadian keamanan juga tetap terjadi, termasuk ledakan peledak mobil di Kota Tua Damaskus pada Mei lampau nan menewaskan seorang tentara.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan