BNPB menyiapkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai salah satu upaya penanganan kebakaran rimba dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah. Operasi tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi meteorologis, khususnya kesiapan awan hujan.
“Operasi dilakukan melalui satgas darat dan satgas udara, baik itu melalui patroli udara, water bombing, dan TMC sesuai kondisi meteorologis lingkungannya,” ujar Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam keterangan melalui kanal YouTube BNPB, Minggu (23/8).
Berton mengatakan, BNPB menyiagakan armada OMC dan stok bahan semai di setiap wilayah. Pelaksanaan modifikasi cuaca dilakukan ketika terdapat info mengenai kesiapan awan hujan.
“BNPB menyiagakan armada OMC dan stok bahan semai di setiap wilayahnya sehingga proses modifikasi cuaca dapat dilaksanakan dengan baik ketika ada info kesiapan awan hujan,” katanya.
Kalimantan Barat
Di Kalimantan Barat, OMC menjadi bagian dari operasi udara untuk menangani karhutla. BNPB menyiapkan satu pesawat OMC di tengah adanya potensi pertumbuhan awan hujan.
“Ketersediaan armada tersebut terdiri dari 2 patroli udara, 5 water bombing, dan 1 pesawat OMC mengingat adanya potensi pertumbuhan awan di wilayah Kalimantan Barat bakal dilaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca,” ujar Berton.
OMC di Kalimantan Barat juga tengah berjalan pada 22-23 Agustus 2026 lantaran terdapat potensi awan hujan.
“OMC sedang berjalan pada tanggal 22 sampai 23 Agustus lantaran adanya potensi awan hujan pada periode tersebut,” katanya.
Kalimantan Tengah
BNPB juga telah melaksanakan OMC di Kalimantan Tengah dalam beberapa periode sepanjang 2026.
“OMC dilakukan pada tanggal 16 sampai 30 Juni 2026 nan lalu, kemudian dilakukan juga 30 Juli sampai 4 Agustus 2026 nan lalu, dan 11 Agustus sampai 15 Agustus 2026, dan semuanya itu telah dioperasikan,” ujar Berton.
Kalimantan Selatan
Berbeda dengan Kalimantan Barat, penyelenggaraan OMC di Kalimantan Selatan belum dapat dilakukan lantaran kondisi atmosfer belum mendukung.
“Untuk OMC belum bisa dilakukan lantaran belum ada pertumbuhan awan,” kata Berton.
Berton menyebut OMC menjadi salah satu aspek krusial dalam menangani karhutla, terutama lantaran sebagian titik api berada di lahan gambut nan susah dipadamkan.
“Sebagian besar titik Karhutla berada di lahan gambut sehingga susah untuk dipadamkan. Operasi modifikasi cuaca menjadi salah satu aspek utama untuk dapat memadamkan lahan terbakar,” ujarnya.
Sumatera Selatan
Untuk Sumatera Selatan, BNPB dalam keterangannya menyebut OMC telah dilakukan dalam beberapa periode pada 2026.
“OMC nan pernah dilakukan 11 Mei sampai 15 Mei 2026, 4 Agustus sampai 10 Agustus 2026, dan telah selesai dilaksanakan,” ujar Berton.
Penajam Paser Utara
Di Penajam Paser Utara, OMC belum dapat dilaksanakan lantaran tidak terdapat potensi hujan.
“OMC tidak dapat dilaksanakan lantaran tidak adanya potensi hujan,” kata Berton.
Jambi
Sementara di Jambi, BNPB menyebut OMC sebelumnya telah dilakukan pada Juni 2026.
“OMC pernah dilakukan adalah sebanyak 3 sampai 12 Juni 2026,” ujar Berton.
Secara keseluruhan, BNPB menempatkan OMC sebagai salah satu bagian dari operasi udara dalam penanganan karhutla. Namun, pelaksanaannya tetap berjuntai pada kondisi cuaca, terutama keberadaan awan hujan nan dapat dimanfaatkan untuk modifikasi cuaca.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·