Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) membangun dua posko penanganan gempa di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Posko tersebut berada di Labuan Bajo dan Maumere untuk mempercepat koordinasi serta pengedaran support ke sejumlah wilayah terdampak.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan posko di Labuan Bajo bakal menjadi pusat koordinasi untuk wilayah Manggarai Barat, Manggarai, dan Manggarai Timur. Sementara posko di Maumere bakal melayani Sikka, Nagekeo, dan Ngada.
“Kami membentuk posko nasional pendampingan provinsi nan pertama pusatnya di sini di Labuan Bajo. Kami bakal corak posko di Labuan Bajo sekarang hari ini sudah bakal berdiri. Nanti minta dari para kementerian lembaga dari BUMN silakan berasosiasi personelnya setiap aktivitas alias aktivitas pendistribusian logistik dan lain-lain kelak dipusatkan di Labuan Bajo,” kata Suharyanto saat rapat koordinasi gempa NTT di Kantor Bupati Manggarai Barat, Minggu (16/8).
Adapun argumen membuka dua posko di sana lantaran wilayah nan terdampak cukup luas.
“Kemudian lantaran luas wilayah kami bagi dua juga, kami juga membuka posko di Maumere. Jadi untuk Maumere itu kelak melayani Sikka, Nagekeo dan Ngada. Kemudian untuk nan di Labuan Bajo itu dekatnya ke Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur. Nah jadi dua titik ini harapannya nan bisa meng-cover semua langkah-langkah penanganan penanggulangan musibah di 6 wilayah terdampak ini,” ujarnya.
Suharyanto mengatakan dirinya bakal memimpin langsung posko utama di Labuan Bajo. Sementara posko di Maumere bakal dipimpin pejabat eselon I BNPB dengan melibatkan unsur TNI, Polri, kementerian, lembaga, dan BUMN.
“Kemudian di posko utama dan posko taktis untuk nan di Labuan Bajo minta izin Bapak-Bapak saya pimpin sendiri di Labuan Bajo. Kemudian nan di Maumere kelak ada pejabat eselon satu dari BNPB kelak silakan dari unsur TNI Polri kementerian lembaga badan BUMN silakan berasosiasi ya di situ sehingga semua aktivitas penanganan ini bisa terlaksana secara kompak dan pemerintah wilayah tetap menjadi ujung nan terdepan ya ujung nan terdepan,” jelasnya
Selain dua posko tersebut, BNPB juga membentuk tim pendampingan di enam wilayah terdampak, ialah Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat, Sikka, Nagekeo, dan Ende.
“Di 6 wilayah terdampak kami juga membentuk tim-tim pendampingan dari pemerintah pusat sampai kondisi kelak betul-betul bisa terkendali. Jadi posko kabupaten kota provinsi itu juga ada personel kami baik dari BNPB maupun dari kementerian lembaga terkait,” ujarnya
Suharyanto menegaskan pemerintah wilayah tetap menjadi pihak nan berada di garis depan dalam penanganan bencana, sementara pemerintah pusat bakal mendampingi dan membantu kebutuhan di lapangan.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·