BMKG Prediksi El Nino Datang Lebih Cepat, Kemenhut Siapkan Antisipasi Karhutla

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta -

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni bakal memperkuat langkah antisipasi kebakaran rimba dan lahan (karhutla) menyusul prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bahwa kejadian El Nino berpotensi terjadi lebih sigap pada tahun ini. Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam rapat terbatas (ratas) nan digelar Presiden Prabowo Subianto di Istana sore ini.

"Seperti kita ketahui siklus El Nino itu kan terjadi 4 tahunan. Dulu 2015, kemudian 2019, 2023 mestinya tahun depan, 2027. Tapi prediksi BMKG ini bakal terjadi apa El Nino nan cepat, jadi awalnya mestinya 2027 bakal terjadi tahun ini," kata Raja Juli kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (27/7/2026).

"Jadi kekeringannya datang lebih sigap ya, dan berakhirnya lebih lambat. Nah, itu tentu kudu ada antisipasi dan terima kasih kepada Bapak Presiden nan justru apa namanya mengantisipasi ini, mengundang kami," lanjutnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menegaskan karhutla tidak hanya berakibat pada kerusakan lingkungan. Tetapi juga mengganggu kesehatan masyarakat akibat meningkatnya kasus jangkitan saluran pernapasan akut (ISPA), aktivitas transportasi udara, bumi pendidikan, hingga aktivitas ekonomi.

"Kita tahu ya karhutla ini hasilnya dari segi kesehatan masyarakat kita kena ISPA, dari segi ekonomi airport tutup. misalkan dulu ya, sekolah tutup, pusat-pusat perekonomian berhenti. Jadi perlu sekali kita mengantisipasi karhutla ini," ujarnya.

Di sisi lain, Raja Juli mencatat tren penurunan luas karhutla dalam beberapa tahun terakhir. Luas area terdampak turun dari sekitar 2,6 juta hektare pada 2015 menjadi 2,1 juta hektare pada 2019, kemudian sekitar 1,1 juta hektare pada 2023.

"Tahun lampau juga turun ya dari 375 jadi 350-an. Jadi sebenarnya kita bisa menekan itu, cuman ini butuh koordinasi nan lebih rekat lagi, lebih ketat lagi, lantaran memang ini El Ninonya, climate change is real gitu ya. Jadi kita perlu bersama-sama mengantisipasi," ujarnya.

Terkait wilayah rawan, Raja Juli menyebut enam provinsi nan selama ini menjadi langganan karhutla di lahan gambut tetap menjadi perhatian utama, ialah Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

"Tapi ini ada tren baru ya di luar 6 provinsi itu juga terjadi cukup masif, semacam di NTT, kemudian di NTB, di beberapa tempat lah. Jadi kelak kita bakal telaah lebih detail," ujarnya.

(eva/zap)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News