BMKG: Penurunan Suhu Malam-Pagi atau Bediding Bukan Tanda Cuaca Ekstrem

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
 Penurunan Suhu Malam-Pagi alias Bediding Bukan Tanda Cuaca Ekstrem Ilustrasi(MI/Lilik Darmawan)

BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meluruskan narasi nan berkembang di media sosial dengan menegaskan bahwa fenomena bediding atau penurunan suhu udara pada malam hingga pagi hari bukan merupakan kejadian cuaca ekstrem.

"Perlu dipahami bahwa bediding bukanlah kejadian nan 'melanda' seperti kejadian cuaca ekstrem, melainkan kondisi musiman ketika udara terasa lebih dingin akibat berkurangnya tutupan awan," kata Direktur Meteorologi Publik BMKG Ida Pramuwardani di Jakarta, Sabtu.

Dia menjelaskan rasa dingin nan menguat pada malam hingga pagi hari itu terjadi lantaran radiasi kembali dari bumi dapat langsung dilepaskan ke atmosfer akibat tidak adanya awan. Kondisi tersebut kemudian diperkuat oleh rendahnya kelembapan udara serta meningkatnya pengaruh aliran massa udara kering dari Australia.

Ahli bagian meteorologi BMKG ini menambahkan bahwa karakter suhu dingin musiman ini biasanya mulai terasa pada Juni dan dapat meningkat pada Juli hingga Agustus, khususnya ketika cuaca malam hari cerah dan angin timuran alias Monsun Australia semakin menguat.

BMKG juga menegaskan bahwa fenomena bediding tidak terjadi secara merata di seluruh Indonesia, melainkan hanya di wilayah nan kondisi langitnya cerah, kelembapan udara rendah, dan curah hujannya mulai berkurang.

Daerah nan biasanya lebih awal dan lebih jelas merasakan kondisi ini didominasi oleh wilayah Indonesia bagian selatan. Adapun wilayah tersebut meliputi Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Bali, wilayah selatan Jawa, area dataran tinggi di Pulau Jawa, serta sebagian Sumatera bagian selatan seperti Sumatera Selatan dan Lampung.

Untuk itu, dia menyarankan ada baiknya masyarakat untuk memakai busana hangat dan memperbanyak air putih berikut agar lebih nyaman berkegiatan jika daerahnya mengalami kondisi demikian, lebih dingin daripada umumnya.

Fenomena ini sebelumnya ramai diperbincangkan oleh penduduk internet (netizen) melalui sejumlah kanal media sosial, salah satunya akun IG @4climate, nan menyebut suhu dingin mulai melanda sejumlah wilayah selatan Indonesia. Bahkan wilayah Batu, Malang, Jawa Timur disebut bisa bersuhu 13-16 derajat Celcius pada pukul 03.00 - 06.00.

Meskipun definisi bediding dalam unggahan tersebut secara umum sejalan dengan penjelasan meteorologi, BMKG memandang perlu memberikan edukasi agar publik dapat membedakan antara ragam suasana musiman nan normal dengan kejadian cuaca ekstrem sebagaimana respons publik dalam kanal komentar unggahan akun-akun media sosial. (Ant/P-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia