Ilustrasi(Dok Pemkab Cilacap)
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi mengoperasikan Radar Cuaca S-Band di Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah pada Rabu (8/7). Kehadiran radar berteknologi tinggi tersebut diharapkan bisa meningkatkan kecermatan pemantauan cuaca sekaligus memperkuat sistem peringatan awal cuaca ekstrem dan musibah hidrometeorologi, terutama di area pesisir selatan Jawa nan berbatasan langsung dengan Samudra Hindia.
Radar cuaca dengan jangkauan hingga 400 kilometer itu bisa mendeteksi perkembangan awan hujan, angin kencang, hingga potensi gelombang tinggi secara real time. Informasi nan dihasilkan diharapkan dapat mempercepat penyampaian peringatan awal kepada masyarakat, khususnya nelayan, pelaku transportasi laut, dan sektor-sektor nan berjuntai pada kondisi cuaca.
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan pembangunan radar di Cilacap merupakan bagian dari penguatan jaringan observasi cuaca nasional, khususnya di wilayah selatan Pulau Jawa nan mempunyai tingkat kerawanan terhadap cuaca ekstrem.
"Radar ini memungkinkan kami memantau pertumbuhan awan konvektif secara lebih rinci sehingga info cuaca dan peringatan awal dapat disampaikan lebih cepat, lebih akurat, dan lebih mudah dipahami masyarakat," ujar Faisal.
Menurutnya, selain mendukung jasa prakiraan cuaca harian, radar tersebut juga berkedudukan krusial dalam upaya mitigasi bencana. Data hasil pemantauan dapat dimanfaatkan sebagai dasar pengambilan keputusan, termasuk dalam penyelenggaraan operasi modifikasi cuaca ketika terjadi potensi musibah hidrometeorologi.
Faisal menjelaskan, Cilacap dipilih lantaran mempunyai posisi strategis di pesisir selatan Jawa dengan aktivitas pelayaran, perikanan, area industri, serta wilayah nan langsung berhadapan dengan Samudra Hindia. Lokasi tersebut juga menjadi area krusial untuk memantau potensi gangguan cuaca, termasuk perkembangan bibit siklon tropis.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya, menyambut baik beroperasinya Radar Cuaca S-Band di wilayahnya. Menurutnya, akomodasi tersebut bakal memperkuat upaya mitigasi musibah sekaligus mendukung keselamatan masyarakat nan beraktivitas di sektor kelautan, pertanian, hingga transportasi.
"Informasi cuaca nan semakin jeli bakal meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi cuaca ekstrem. Ini bukan hanya mendukung aktivitas pelayaran, tetapi juga menjadi bagian krusial dalam mitigasi musibah hidrometeorologi," katanya.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Cilacap bakal terus memperkuat koordinasi dengan BMKG, BPBD, TNI, Polri, dan seluruh pemangku kepentingan agar info meteorologi dapat dimanfaatkan secara optimal dalam upaya melindungi masyarakat.
Sementara itu, Plt Direktur Instrumentasi dan Kalibrasi BMKG, Hartanto, menjelaskan radar di Cilacap merupakan satu dari lima radar cuaca baru nan dibangun melalui kerja sama Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Prancis.
Empat radar jenis S-Band ditempatkan di Cilacap, Natuna, Tanjung Pinang, dan Saumlaki, sedangkan satu radar jenis C-Band dibangun di Tangerang.
"Saat ini BMKG telah mempunyai 45 radar cuaca dari kebutuhan nasional sekitar 75 unit. Penambahan radar ini diharapkan memperluas cakupan pengamatan cuaca sekaligus meningkatkan kualitas jasa info meteorologi di beragam daerah," ujarnya.
Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah, David Ishaq Aryadi, menilai keberadaan Radar Cuaca S-Band merupakan investasi strategis dalam meningkatkan keselamatan masyarakat. Menurutnya, akomodasi tersebut tidak hanya memperkuat sistem peringatan dini, tetapi juga memberikan faedah bagi sektor pelayaran, perikanan, penerbangan, pertanian, hingga industri nan menjadi penopang perekonomian di Kabupaten Cilacap.
Dengan beroperasinya Radar Cuaca S-Band di Jeruklegi, pemantauan kondisi atmosfer di wilayah selatan Jawa Tengah diharapkan menjadi lebih komprehensif. Keberadaan radar tersebut juga diharapkan bisa mempercepat penyampaian info cuaca ekstrem sehingga akibat musibah dapat diminimalkan dan aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan lebih aman. (H-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·