BMKG: MJO dan Sirkulasi Siklonik Perkuat Potensi Hujan di Tengah Peralihan Musim

Sedang Trending 52 menit yang lalu
 MJO dan Sirkulasi Siklonik Perkuat Potensi Hujan di Tengah Peralihan Musim Ilustrasi(MI/Usman Iskandar)

MESKI sebagian wilayah Indonesia mulai merasakan teriknya masa peralihan dengan suhu siang hari mencapai 37,1 derajat Celsius, hujan lebat belum sepenuhnya pergi. BMKG menjelaskan dua kejadian atmosfer utama, ialah Madden-Julian Oscillation dan sirkulasi siklonik, menjadi pendorong utama potensi hujan nan tetap signifikan sepanjang 15 hingga 21 Mei 2026.

"MJO saat ini berada pada fase 3 di Samudra Hindia dan mulai berakibat terhadap wilayah Indonesia dengan membawa massa udara nan lebih lembap dari perairan barat Sumatra," ungkap BMKG dalam keterangan resmi, Minggu (17/5). 

Kondisi ini melemahkan pengaruh Monsun Australia nan semestinya membawa udara kering, sehingga kandungan uap air di sebagian wilayah Indonesia bagian selatan kembali meningkat. Secara spasial, MJO diprakirakan melintasi sebagian wilayah Sumatera, Jawa, Sulawesi bagian selatan, dan Papua.

Sementara itu, sirkulasi siklonik diprediksi terbentuk di tiga titik strategis, ialah sekitar Selat Karimata, Selat Makassar bagian selatan, dan Laut Sulawesi. Sistem ini membentuk area konvergensi dan konfluensi nan mendorong pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah tersebut.

Kombinasi dua kejadian itu diperkuat Gelombang Kelvin nan aktif di sebagian Kalimantan, Sulawesi, dan Papua, serta Gelombang Rossby Ekuatorial nan aktif di Sumatera bagian selatan, Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara. Dalam sepekan terakhir, Sulawesi Barat mencatat curah hujan tertinggi dengan intensitas 139 mm per hari, disusul Sulawesi Tenggara 81,4 mm per hari dan Papua Barat 80 mm per hari.

Untuk periode 15 hingga 17 Mei, BMKG menetapkan status siaga hujan lebat hingga sangat lebat di 15 provinsi, ialah Kepulauan Riau, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Maluku, Papua, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan. Potensi angin kencang diwaspadai di Kepulauan Bangka Belitung dan Nusa Tenggara Timur.

Memasuki periode 18 hingga 21 Mei, status siaga menyempit ke Maluku Utara, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan, meski hujan sedang hingga lebat tetap mencakup nyaris seluruh wilayah dari Aceh hingga Papua Selatan.

BMKG juga mengingatkan kejadian nan unik di masa peralihan ini, di mana langit terik pada pagi dan siang hari tidak berfaedah hari bakal tetap kering. Pemanasan permukaan nan kuat justru dapat memicu pertumbuhan awan konvektif pada sore hingga malam hari, terutama di wilayah dengan kelembapan udara tinggi.

Masyarakat diminta mewaspadai akibat hujan lebat seperti pohon tumbang, iklan roboh, genangan, dan sambaran petir, sekaligus menggunakan tabir surya dan menjaga kecukupan cairan saat beraktivitas di luar ruangan siang hari. Informasi cuaca terkini dapat dipantau melalui bmkg.go.id, aplikasi InfoBMKG, dan media sosial @infoBMKG. (Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia