Suasana blackout di Kota Medan, Jumat (22/5) malam.(MI/Yoseph)
PEMADAMAN massal aliran listrik (blackout) nan melanda wilayah Sumatra sejak Jumat (22/5) sore hingga Minggu (24/5) terpantau belum memicu kenaikan nilai kebutuhan pokok di Sumatra Utara (Sumut). Kendati demikian, gangguan kelistrikan dalam lama panjang ini dinilai sangat potensial mendorong volatilitas tinggi pada komoditas pangan masyarakat.
Ekonom dari Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Gunawan Benjamin, mengungkapkan bahwa pemadaman listrik tidak serta-merta langsung mendongkrak nilai pangan secara instan. Berdasarkan pantauan lapangan hingga Sabtu (23/5), nilai komoditas hortikultura, sumber protein, gula pasir, hingga minyak goreng di wilayah terdampak tetap stabil.
"Dugaan sementara mungkin lantaran blackout terjadi menjelang akhir pekan, bukan di hari kerja nan memang padat aktivitas ekonomi," ujar Gunawan di Medan, Minggu (24/5).
Gangguan di Pusat Distribusi dan Psikologi Pasar
Meski saat ini nilai tetap stabil, Gunawan merinci meninggal lampu massal dapat memengaruhi ilmu jiwa pasar. Menurutnya, blackout nan terjadi sejak Jumat malam dipastikan mengganggu transaksi jual-beli di sejumlah pusat pengedaran besar di Sumut.
Pusat pengedaran seperti Pasar Induk Lau Cih dan Pasar MMTC merupakan hub utama bagi para pedagang. Gangguan listrik tanpa support mesin genset nan memadai di pasar induk dapat menyebabkan nilai kebutuhan pokok bergerak liar.
"Kemampuan pedagang besar dalam memantau peredaran peralatan menjadi terganggu akibat putusnya info produksi. Alhasil, nilai bisa bergerak naik turun saat pemadaman terjadi," jelasnya.
Risiko Sektor Peternakan:
Gunawan mengingatkan akibat fatal bagi peternak ayam modern nan menggunakan teknologi pengatur suhu ruangan berbasis listrik. Pemadaman listrik berkesempatan menyebabkan kematian massal ternak di kandang, nan berisiko mendongkrak nilai daging ayam dan memicu inflasi.
Berkah Musiman bagi Sektor Tertentu
Di sisi lain, kejadian padam listrik massal ini membawa berkah musiman bagi sektor upaya tertentu. Hasil kajian menunjukkan ada peningkatan penjualan di rumah makan dan restoran secara signifikan sejak Sabtu, lantaran banyak penduduk nan memilih makan di luar rumah akibat hambatan memasak di rumah.
Selain upaya kuliner, toko perangkat berat nan menjual mesin genset serta penyedia jasa perbaikan generator juga kebanjiran pesanan. Namun secara keseluruhan, Gunawan menyimpulkan belum ada lonjakan nilai pada komoditas kebutuhan harian masyarakat hingga saat ini.
"Namun, jika blackout berjalan lebih lama, bisa dipastikan bakal mendorong laju tekanan inflasi di wilayah terdampak, khususnya Sumatra Utara," pungkasnya. (I-2)
| Pasar Induk (Lau Cih/MMTC) | Gangguan info produksi & potensi nilai liar |
| Peternakan Ayam | Risiko kematian ternak akibat kegagalan suhu ruangan |
| Kuliner & Restoran | Peningkatan omzet (warga makan di luar) |
| Penyedia Genset | Lonjakan permintaan unit dan jasa servis |
English (US) ·
Indonesian (ID) ·