Bisikan Gaib
JAKARTA - Di bagian Bisikan Gaib kali ini, cerita datang dari seorang laki-laki berjulukan Yudhis. Kehidupannya berubah drastis sejak perceraian memisahkannya dari sang istri. Ia memilih meninggalkan rumah dan menjalani hari-harinya sebagai pengamen, beranjak dari Lebak Bulus hingga Kampung Rambutan. Rutinitas sehari-harinya sederhana, bermain gitar dan berambisi bakal pundi-pundi rupiah nan cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Suatu malam sepulang mengamen, Yudhis pulang dengan menggunakan bus seperti biasanya. Namun perjalanan nan semestinya membawanya pulang justru mengarahkannya ke Bogor. Ia mencoba kembali ke agar dapat pulang kerumahnya, tapi bus berikutnya malah membawanya semakin jauh hingga ke Sukabumi. Merasa betul-betul tersesat, Yudhis memutuskan untuk kembali melangkah kaki menuju Jakarta. Perjalanan kembali ini hanya bermodalkan bertanya pada orang-orang terminal untuk dapat menemukan arah pulang.
Setelah menempuh beberapa kilometer tanpa kepastian, Yudhis berakhir di sebuah musholla mini untuk beristirahat. Di sana, dia diajak untuk melaksanakan salat. Awalnya Yudhis menolak, namun setiap kali hendak pergi untuk melanjutkan perjalanan, kakinya terasa begitu berat. Hingga akhirnya dia luluh dan mengikuti rayuan untuk salat Magrib.
Usai salat, anak-anak mini mengajaknya makan di sebuah padepokan. Yudhis tinggal di sana dan menjalani aktivitas layaknya santri, seperti salat berjamaah, bantu bersih bersih, serta makan makanan sederhana seperti ubi dan singkong rebus. Selama berada di sana, pemimpin nan selalu memimpin salat hanya terdengar suaranya tanpa pernah terlihat wujudnya.
Menurut pengakuan Yudhis, dia merasa berada di padepokan tersebut selama kurang lebih enam alias tujuh hari. Namun saat kembali ke rumah, keluarganya sontak kaget. Yudhis rupanya telah lenyap lebih dari satu tahun dan sempat dicari ke beragam daerah.
5 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·