PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mempercepat ekspansi kredit ke sektor prasarana pariwisata sebagai bagian dari strategi mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis destinasi. Langkah ini sejalan dengan tren penyaluran angsuran perseroan nan tetap tumbuh pada kuartal I 2026, didorong oleh pembiayaan sektor produktif termasuk properti dan pariwisata.
Ekspansi tersebut diperkuat melalui kerjasama BTN dengan InJourney Destination Management (IDM), nan ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman di Kompleks Candi Prambanan, Yogyakarta. BTN juga bakal memperluas pembiayaan di sektor pariwisata, mulai dari pembangunan hotel, akomodasi pendukung wisata, hingga penguatan ekosistem UMKM di destinasi unggulan.
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, sektor pariwisata mempunyai pengaruh berganda (multiplier effect) nan besar terhadap perekonomian nasional, sehingga menjadi salah satu konsentrasi pembiayaan perseroan ke depan. “Pariwisata dan budaya adalah katalis krusial bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Karena itu, BTN terus memperkuat peran melalui pembiayaan dan digitalisasi jasa di destinasi wisata,” ujar Nixon dalam keterangannya, Minggu (3/5).
Sejalan dengan strategi tersebut, keahlian angsuran BTN pada kuartal I 2026 tercatat tetap tumbuh solid. Perseroan membukukan penyaluran angsuran sebesar Rp 400,63 triliun, meningkat 10,3 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan periode nan sama tahun sebelumnya sebesar Rp 363,11 triliun.
Dari total tersebut, segmen Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi tetap menjadi kontributor utama dengan nilai penyaluran mencapai Rp 193,55 triliun pada kuartal I 2026, tumbuh 7,7 persen yoy dari Rp 179,70 triliun. Sementara itu, KPR Non-Subsidi tercatat sebesar Rp 112,56 triliun alias meningkat 5,4 persen yoy dibandingkan Rp 106,81 triliun pada periode nan sama tahun lalu.
Nixon menambahkan, pertumbuhan angsuran tersebut menjadi modal bagi BTN untuk memperluas pembiayaan ke sektor-sektor dengan pengaruh ekonomi luas, termasuk prasarana pariwisata. Perseroan mulai mengarahkan strategi angsuran ke sektor nan mempunyai potensi pertumbuhan jangka panjang dan bisa mendorong aktivitas ekonomi daerah.
Dalam kerja sama ini, BTN tidak hanya konsentrasi pada pembiayaan, tetapi juga memperluas jasa finansial berbasis digital di area wisata. Dengan support lebih dari 7 juta pengguna dan sekitar 4 juta pengguna Bale by BTN, perseroan mendorong integrasi sistem transaksi di destinasi seperti Candi Borobudur, Prambanan, hingga Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
Digitalisasi tersebut mencakup sistem pembayaran tiket, jasa makanan dan minuman (F&B), hingga aktivitas wisata lain dalam satu ekosistem terintegrasi. BTN menilai, tingginya kunjungan visitor di destinasi tersebut membuka kesempatan besar untuk meningkatkan efisiensi transaksi sekaligus memperluas pedoman nasabah, terutama dari segmen generasi muda.
Selain itu, BTN juga menargetkan penguatan pembiayaan bagi pelaku UMKM nan menjadi bagian dari rantai nilai pariwisata. Dukungan ini mencakup akses kredit, literasi keuangan, hingga integrasi dengan ekosistem digital di area wisata.
Sementara itu, Direktur Utama IDM Febrina Intan menyebut kerjasama ini sebagai langkah strategis dalam mengintegrasikan sektor jasa finansial dengan pengelolaan lokasi wisata nasional. Menurutnya, sinergi ini krusial untuk memperkuat positioning Indonesia sebagai lokasi wisata budaya kelas dunia.
“Kolaborasi ini merupakan orkestrasi antar-BUMN untuk menghadirkan pengalaman wisata nan lebih terintegrasi dan bermakna, sekaligus memberikan akibat ekonomi nan lebih luas,” ujar Febrina.
Kerja sama BTN dan IDM juga mencakup pengembangan beragam program berbasis intellectual property (IP) seperti Festival Lampion, Move at the Temple, hingga penguatan atraksi budaya seperti Ramayana Ballet Prambanan. Program serupa juga bakal diperluas di TMII melalui beragam event publik dan pengembangan kapabilitas UMKM di area destinasi.
Ke depan, BTN menilai ekspansi angsuran ke sektor pariwisata bakal menjadi salah satu pilar pertumbuhan baru, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat dan pemulihan sektor wisata. Dengan kombinasi pembiayaan dan digitalisasi, perseroan optimistis dapat mendorong terbentuknya ekosistem pariwisata nan berkepanjangan sekaligus memperkuat kontribusi sektor ini terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·