, BANDARLAMPUNG, – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Lampung menyatakan bakal terus memperkuat strategi untuk menarik investasi dari beragam sektor guna mendorong peningkatan perekonomian daerah. Upaya ini dilakukan melalui kerja sama erat dengan Pemerintah Provinsi Lampung dan pemangku kepentingan lainnya.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Bimo Epyanto, di Bandarlampung, Sabtu (20/6), menjelaskan bahwa pihaknya mempunyai kerja sama dengan pemerintah wilayah untuk mendanai proyek-proyek strategis. Fokus utama kerja sama ini adalah proyek prasarana nan diinisiasi oleh pemerintah provinsi, kabupaten, maupun kota.
"Kami mempunyai kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Lampung untuk menarik investor. Dalam rangka mendanai proyek strategis alias program strategis khususnya prasarana nan dimiliki, alias diinisiasi oleh pemerintah daerah, baik oleh pemerintah provinsi alias kabupaten serta kota," ujar Bimo Epyanto.
Forum Investasi dan Pembiayaan Kreatif
Untuk memperkuat strategi masuknya investasi, BI Lampung menginisiasi beberapa program kunci. Di antaranya adalah pembentukan Forum Investasi Lampung (FOILA), penyelenggaraan Lampung Economic Investment Forum (LEIF), serta pengembangan skema pembiayaan imajinatif di daerah.
Bimo menegaskan bahwa dorongan investasi tidak terbatas pada proyek prasarana semata. Pihaknya juga menyasar proyek-proyek lain nan mempunyai akibat signifikan terhadap peningkatan ekonomi daerah, salah satunya adalah pembangkit tenaga listrik baru terbarukan.
"Kami bakal berupaya mendorong investasi bisa masuk ke Lampung, tidak terbatas pada proyek prasarana tapi proyek nan lain nan mempunyai akibat kepada peningkatan ekonomi daerah. Contohnya pembangkit tenaga listrik baru terbarukan, lantaran ini mendukung transisi dan transformasi daya nan dilakukan secara gencar oleh pemerintah pusat," katanya.
Potensi Lima Bendungan untuk Energi Terbarukan
Provinsi Lampung dinilai mempunyai potensi sumber pengelolaan daya nan besar. Sejumlah waduk dan bendung nan ada dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mengembangkan energi baru terbarukan, seperti pembangkit listrik tenaga surya dan pembangkit listrik tenaga air.
Menurut Bimo, terdapat lima unit waduk dan bendung di Lampung nan potensial untuk dikembangkan. Kelima prasarana tersebut adalah Bendungan Batutegi, Bendungan Margatiga, Bendungan Way Sekampung, Bendung Way Jepara, dan Bendung Way Rarem.
"Ini semua sudah masuk dalam Rencana Umum Pembangunan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN dan ini ada rentang waktunya," tambahnya.
Dengan masuknya proyek-proyek tersebut ke dalam RUPTL PLN, terdapat kepastian pembelian daya listrik oleh PLN. Hal ini diyakini bakal memudahkan Provinsi Lampung untuk bekerja sama dengan penanammodal dalam pengelolaan sumber daya daya nan berasal dari potensi nan ada.
"Kami terus menggencarkan promosi potensi daya terbarukan nan bisa dikelola oleh penanammodal dan dikerjasamakan dengan pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dan pemerintah kota," ujar Bimo Epyanto menutup penjelasannya.
Konten ini diolah dengan support AI.
sumber : antara
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·