Bertemu Kepala BGN, Luhut Minta MBG Dibenahi Total!

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta -

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan meminta pembenahan menyeluruh terhadap tata laksana Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal ini disampaikan Luhut usai mengundang Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono ke kantornya.

"Satu perihal nan mau saya garis bawahi adalah setiap keputusan strategis kudu berdasarkan pada info nan akurat, pengawasan ketat, dan keberanian melakukan koreksi jika ada kekeliruan," ujar Luhut dalam keterangan tertulis, Kamis (20/8/2026).

Luhut juga menekankan pentingnya refocusing letak Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) agar diprioritaskan pada wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Sebanyak 1.700 SPPG saat ini difokuskan pembangunannya di wilayah dengan tingkat prevalensi stunting tinggi, seperti Papua, Maluku, Nias, dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pembangunan SPPG tidak boleh lagi sekadar mengikuti kemudahan berbisnis alias mencari letak nan gampang. Negara kudu datang lebih dulu di tempat nan paling susah dan paling membutuhkan. Penentuan letak wajib berbasis info jeli seperti; nomor stunting, kerentanan pangan, dan tantangan geografis," urai Luhut.

Di samping pemetaan ulang lokasi, standarisasi kualitas dan higienitas menjadi syarat absolut nan tidak bisa ditawar. Luhut memberikan apresiasi atas langkah tegas Sudaryono nan telah menutup sekitar 1.300 SPPG lantaran terbukti belum memenuhi standar kebersihan dan keamanan pangan. Penindakan ini merupakan bentuk pengawasan ketat demi menjaga kualitas gizi anak-anak Indonesia mulai dari proses nan paling mendasar.

Untuk mendukung keberlanjutan program ini, pihaknya berkomitmen penuh membantu perbaikan tata kelola dengan memberikan rekomendasi strategis sekaligus memperkuat digitalisasi sistem BGN. Melalui integrasi digital, seluruh rantai pasok, kontrol kualitas makanan, hingga pertimbangan keahlian setiap SPPG dapat dipantau secara aktual dan transparan.

"Karena untuk kualitas gizi masa depan anak-anak Indonesia, tidak boleh main-main. Setiap rupiah duit rakyat kudu dipastikan menjadi asupan bergizi dan menyehatkan bagi generasi penerus bangsa," jelas Luhut.

(rea/hns)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance