Bertemu Gibran, Peserta Cerdas Cermat MPR Dapat Tips Public Speaking

Sedang Trending 48 menit yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memberikan motivasi hingga tips public speaking kepada peserta Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR dari SMAN 1 Pontianak saat menerima mereka di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Rabu (13/5).

Salah satu peserta, Josepha Alexandra alias Ocha, mengatakan dirinya berbareng tim mendapat masukan langsung dari Gibran mengenai langkah berbincang dan berdebat di depan umum. Pertemuan tersebut berjalan tertutup selama sekitar satu jam.

"Tadi kami diberi motivasi dan tips and trick juga gimana caranya kelak untuk ber-public speaking alias untuk berdebat di muka umum," kata Ocha, mengutip detikcom.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ocha mengaku senang bisa berjumpa langsung dengan Sang Wakil Presiden. Ia menyebut pertemuan tersebut menjadi penyemangat bagi dirinya dan tim untuk terus belajar dan berprestasi.

"Pastinya emosi saya sangat senang lantaran diundang oleh Wakil Presiden Indonesia dan ini menjadi suatu angan dan semangat bagi kami untuk terus melangkah maju dan berkembang," ujarnya.

Ia mengatakan tim SMAN 1 Pontianak berangkat ke Jakarta sejak Selasa (12/5) sore. Dalam pertemuan itu, kata dia, Gibran juga memberikan motivasi agar para peserta terus meningkatkan keahlian dan prestasi mereka.

"Di dalam tadi kami diberi motivasi sama Pak Wapres untuk terus belajar dan berprestasi," katanya.

Nama Ocha sebelumnya menjadi sorotan publik usai video dirinya memprotes keputusan majelis juri dalam LCC Empat Pilar MPR beredar di media sosial. Dalam video tersebut, dia mempertanyakan perbedaan penilaian terhadap jawaban nan dinilai serupa antar peserta.

Saat itu, Grup C dari SMAN 1 Pontianak mendapat pengurangan nilai lima poin untuk jawaban mengenai proses pemilihan personil BPK. Sementara jawaban serupa dari Grup B SMAN 1 Sambas justru mendapat nilai 10 dari juri nan sama.

Peserta dari SMAN 1 Pontianak sempat menyampaikan keberatan lantaran merasa jawaban mereka tidak berbeda. Namun majelis juri menyatakan jawaban Grup C dianggap tidak menyebut Dewan Perwakilan Daerah (DPD) secara jelas.

Merespons polemik tersebut, MPR RI memutuskan menonaktifkan majelis juri dalam perlombaan itu. MPR juga menyatakan bakal melakukan pertimbangan menyeluruh dan menggelar ulang lomba pandai jeli tersebut.

(del/mik)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional