Ilustrasi(Dok Istimewa)
PANDEMI Covid-19 nan melanda beberapa tahun lampau menjadi pukulan berat bagi beragam sektor ekonomi, termasuk industri kreatif nan selama ini bertumpu pada aktivitas tatap muka dan penyelenggaraan acara.
Banyak pelaku upaya dipaksa beradaptasi untuk mempertahankan bisnisnya di tengah pembatasan mobilitas dan perubahan perilaku konsumen.
Di tengah tekanan tersebut, sejumlah pelaku industri imajinatif justru menemukan kesempatan baru melalui diversifikasi usaha. Salah satu sektor nan dinilai bisa memperkuat apalagi tumbuh setelah pandemi adalah food and beverages (F&B), terutama upaya berbasis pengalaman dan organisasi nan bisa menjawab kebutuhan masyarakat atas ruang hubungan nan nyaman.
Perubahan pola konsumsi masyarakat pascapandemi juga mendorong lahirnya konsep-konsep upaya nan lebih mengedepankan pengalaman emosional dibanding sekadar produk.
Coffee shop misalnya, sekarang berkembang menjadi ruang imajinatif dan tempat berkumpul beragam komunitas, sekaligus menjadi wadah kerjasama nan memperkuat ekosistem industri imajinatif di daerah.
Fenomena tersebut tercermin dari perjalanan Muhammad David, pelaku upaya asal Medan nan sebelumnya bergerak di bagian event organizer (EO). Ketika pandemi menghantam industri acara, dia memandang kesempatan baru di sektor F&B dengan mendirikan Sekata Kopi, sebuah coffee shop nan mengusung konsep Rumah Kedua bagi para pengunjungnya.
Keputusan untuk beranjak ke industri F&B dilakukan melalui riset nan matang. Sebelum memulai usaha, David mempelajari beragam model upaya coffee shop dengan mengunjungi 15 gerai di Jakarta dan lima gerai di Medan. Riset tersebut dilakukan untuk merancang upaya nan efisien dengan investasi nan terukur namun tetap mempunyai daya saing kuat di tengah pasar nan semakin padat.
"Saya duduk di seafood pinggir jalan memandang karyawannya 6 orang. Tapi omzetnya sama dengan kita nan modalnya miliaran rupiah ini. Dari situ saya melihat, membangun upaya F&B itu tidak perlu duit nan gede-gede, sih. Tapi nan paling krusial adalah riset dan konsep nan pas," ujar David, Sabtu (20/6/2026).
Di tengah menjamurnya coffee shop di Kota Medan, Sekata Kopi memilih membangun diferensiasi melalui pendekatan nan lebih personal. Konsep suasana nan hangat dan nyaman diterapkan agar visitor merasa seperti berada di rumah sendiri. Mulai dari pelayanan barista hingga kreasi ruang, seluruh komponen dirancang untuk menciptakan pengalaman nan membangun keterikatan emosional dengan konsumen.
"Bagaimana caranya kita buat nan feel like home. Mulai dari barista nan menyambut konsumen layaknya kawan. Jadi ketika jalan ke sini kayak, oke, saya kembali ke rumah. Kalau saya enggak di rumah, ya saya punya rumah kedua ialah Sekata Kopi. Kita tidak hanya menjual kopi, tapi seperti hashtag kita sebagai rumah kedua," tuturnya.
Pendekatan tersebut terbukti efektif dalam membangun komunitas. Berbagai kelompok, mulai dari organisasi olahraga hingga organisasi lokal lainnya, rutin menjadikan Sekata Kopi sebagai tempat berkumpul. Hal ini menunjukkan bahwa upaya F&B sekarang tidak hanya berfaedah sebagai tempat konsumsi, tetapi juga menjadi ruang imajinatif nan memperkuat hubungan sosial masyarakat.
Selain mengandalkan konsep komunitas, penemuan juga menjadi aspek krusial dalam menjaga relevansi bisnis. Salah satu langkah nan dilakukan adalah menghadirkan area unik bagi pengguna produk tembakau alternatif, seperti rokok elektronik alias vape dan produk tembakau nan dipanaskan. Inisiatif ini lahir dari pengamatan terhadap perubahan preferensi konsumen nan semakin beragam.
Menurut David, keberadaan area tersebut dinilai bisa mendukung kenyamanan seluruh visitor lantaran penggunaan produk tembakau pengganti dianggap berbeda dengan rokok konvensional.
"Produk tembakau pengganti tidak seperti rokok, enggak membikin aroma dan menimbulkan asap. Jadi, pas buat coffee shop-nya kita sehingga visitor lain tidak bakal terganggu," ujarnya.
Respons positif pasar terhadap penemuan tersebut mendorong pengelola untuk terus mengembangkan akomodasi nan tersedia. Di saat nan sama, ekspansi upaya juga dilakukan melalui kehadiran gerai di pusat perbelanjaan serta rencana memperluas jangkauan ke beragam kota di Indonesia dengan tetap mengangkat kearifan lokal sebagai identitas utama.
Bagi David, keberhasilan sebuah upaya tidak hanya ditentukan oleh keberanian mengambil peluang, tetapi juga keahlian menyusun perencanaan upaya nan matang. Ia menilai eksekusi buahpikiran nan didukung riset dan business plan nan jelas menjadi modal krusial bagi pelaku industri imajinatif untuk memperkuat dan berkembang di tengah perubahan zaman.
"Yang paling krusial adalah ketika punya ide, nan paling krusial adalah buat business plan. Bisnis apa pun, sekecil apa pun, business plan itu kudu dibuat. Dan enggak ada nan enggak mungkin," pungkasnya.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·