Berburu Alien: Model Baru Ini Bantu Ilmuwan Temukan Eksoplanet Layak Huni

Sedang Trending 1 jam yang lalu
 Model Baru Ini Bantu Ilmuwan Temukan Eksoplanet Layak Huni Ilustrasi karya seniman tentang misi PLATO Badan Antariksa Eropa, nan bakal mensurvei ribuan bintang terdekat untuk mencari planet ekstrasolar berbatu. Model baru berjulukan STEHM dapat membantu para intelektual memprioritaskan planet mana nan paling mungkin men(ESA)

PENCARIAN kehidupan di luar bumi alias alien sekarang memasuki babak baru nan lebih efisien. Para intelektual baru-baru ini mengembangkan sebuah model teoritis mutakhir nan dirancang untuk membantu para astronom mempersempit konsentrasi pencarian mereka terhadap eksoplanet (planet di luar tata surya kita) nan betul-betul berpotensi menopang kehidupan.

Selama ini, teleskop canggih seperti Teleskop Luar Angkasa James Webb (JWST) milik NASA menghabiskan waktu nan sangat berbobot untuk memindai atmosfer ratusan eksoplanet guna mencari tanda-tanda air cair. Kehadiran air cair dianggap sebagai syarat absolut bagi adanya kehidupan seperti nan kita kenal di Bumi. Namun, memeriksa setiap planet berbatu satu per satu memerlukan waktu nan sangat lama dan biaya nan besar.

Untuk mengatasi hambatan tersebut, tim peneliti internasional menciptakan model matematika nan menggabungkan beragam info krusial planet. Mulai dari massa planet, ukuran, jarak dari bintang induk, hingga gimana daya dari bintang tersebut berinteraksi dengan atmosfer dan lapisan dalam planet. Model ini bisa memprediksi apakah sebuah eksoplanet berbatu mempunyai kemungkinan tinggi untuk mempertahankan air cair di permukaannya alias di bawah kerak planet.

Dengan menggunakan pendekatan berbasis info ini, para intelektual dapat menyaring ribuan kandidat eksoplanet nan ditemukan oleh misi-misi seperti Kepler dan TESS. Hasil penyaringan tersebut bakal menghasilkan daftar pendek berisi planet-planet "prioritas utama" nan mempunyai kesempatan kepantasan huni paling tinggi untuk diamati lebih lanjut oleh JWST alias teleskop generasi mendatang.

"Model ini bertindak seperti peta panduan. Alih-alih mencari secara random di lautan kosmos nan luas, kita sekarang tahu persis ke mana kudu mengarahkan teleskop terbaik kita," ungkap salah satu intelektual utama nan terlibat dalam studi tersebut dalam rilis resminya.

Selain mencari air, model baru ini juga mempertimbangkan aspek krusial lainnya, seperti keberadaan medan magnet planet dan aktivitas vulkanik. Kedua aspek ini sangat krusial lantaran medan magnet melindungi atmosfer planet dari radiasi bintang nan mematikan, sementara vulkanisme membantu mendaur ulang gas-gas krusial untuk menjaga stabilitas suasana global.

Melalui terobosan ini, para astronom optimistis bahwa kesempatan untuk mendeteksi tanda-tanda kehidupan asing, baik berupa gas biosignatur di atmosfer maupun kondisi permukaan nan ramah lingkungan, menjadi jauh lebih besar dalam beberapa dasawarsa mendatang. Penemuan ini sekaligus membawa manusia satu langkah lebih dekat untuk menjawab pertanyaan mendasar: apakah kita betul-betul sendirian di alam semesta? (Space/Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia