Ilustrasi, pemeriksaan hantavirus.(Dok. Anadolu/Antara)
KASUS jangkitan hantavirus di Belarus dilaporkan tetap stabil namun memerlukan kewaspadaan medis. Berdasarkan info terbaru, negara tersebut mencatat rata-rata 50 orang dirawat di rumah sakit setiap tahun akibat Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) alias demam berdarah dengan sindrom ginjal nan dipicu oleh virus hanta tersebut.
Data ini dirilis oleh jasa medis Departemen Keuangan dan Logistik di Direktorat Regional Gomel Kementerian Dalam Negeri Belarus pada Rabu (13/5/2026). Pihak kementerian menyatakan bahwa jangkitan hantavirus di Republik Belarus umumnya terdeteksi sebagai kasus terisolasi dan tidak berkarakter masif di tengah masyarakat umum.
Penularan Melalui Hewan Pengerat
Sebagian besar jangkitan hantavirus di wilayah tersebut diketahui tidak ditularkan antarmanusia. Sumber utama jangkitan berasal dari hewan pengerat. Manusia dapat tertular melalui kontak langsung atau, dalam kasus nan paling parah, akibat menghirup debu nan terkontaminasi kotoran hewan pengerat nan mengandung virus.
Laporan dari Belarus ini muncul di tengah perhatian bumi terhadap pandemi hantavirus mematikan di kapal pesiar Belanda, MV Hondius. Kapal nan berlayar dari Argentina menuju Cape Verde tersebut melaporkan tiga kematian. Pada Selasa (12/5), WHO mengonfirmasi 11 kasus di kapal tersebut, di mana sembilan di antaranya diidentifikasi sebagai virus Andes.
Langkah Karantina dan Risiko Penyebaran
Para ahli medis menilai akibat penyebaran jangkitan lebih lanjut di luar lingkungan kapal pesiar sangat kecil. Hal ini dikarenakan seluruh penumpang telah dievakuasi sejak tiba di lepas pantai Kepulauan Canary pada 9 Mei dan sekarang menjalani isolasi ketat.
Beberapa poin krusial mengenai penanganan saat ini meliputi:
- Penumpang diisolasi di akomodasi medis unik dengan masa karantina hingga 45 hari ke depan.
- Tim medis tetap mengantisipasi kemungkinan munculnya kasus baru di antara penumpang nan sedang dikarantina mengingat masa inkubasi virus.
- Berbeda dengan kasus umum di Belarus, virus Andes nan ditemukan di kapal MV Hondius mempunyai potensi penularan antarmanusia melalui kontak dekat.
Meskipun kasus di Belarus tergolong jarang dan terisolasi, otoritas kesehatan tetap mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan guna menghindari hubungan dengan hewan pengerat nan menjadi vektor utama virus ini. (Sputnik/Ant/H-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·