BEI Minta Investor Tak Panik Usai Perry Mundur dari Gubernur BI

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, Irvan Susandy, di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (8/7/2026). Foto: Muhammad Fhandra Hardiyon/kumparan

Bursa Efek Indonesia (BEI) mengimbau investor agar tidak panik menyikapi pengunduran diri Perry Warjiyo sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI).

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa (AB) BEI, Irvan Susandy, mengatakan penanammodal sebaiknya tetap tenang dan tidak mengambil keputusan investasi secara emosional.

"Ya jangan panik lah, ya maksudnya kan dinamika ekonomi, dinamika sosial, dinamika politik. Kan jika dibilang tahun nan sangat tough banget buat Indonesia lah. Nggak hanya pasar modal tapi perekonomian kita, pemerintah kita ya. Mulai dari perang lah, MSCI, Moody’s, dan nan lain gitu ya," ujar Irvan di Gedung BEI Jakarta, Selasa (28/7).

Menurutnya, meski beragam sentimen dunia dan domestik mewarnai pasar sepanjang tahun ini, kepercayaan penanammodal terhadap pasar modal Tanah Air tetap tetap terjaga.

"Ini kan memang tahun nan tough sekali. Dan selama ini kan saya lihat penanammodal juga tetap sangat confidence jika dengan market kita. Jadi saya percaya bahwa penanammodal juga punya penilaian nan baik lah," kata Irvan.

Irvan mengungkapkan berasas pertemuan BEI dengan sejumlah penanammodal internasional, Indonesia tetap dipandang sebagai salah satu pasar nan menarik di kawasan.

Ilustrasi Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto: Shutterstock

"Pihak-pihak luar ya, tetap meyakini bahwa market Indonesia itu market nan menarik bagi mereka. Tinggal it's a matter of time lah. Jadi saya pikir investor-investor kita, saya percaya teman-teman penanammodal sudah jauh lebih mature, jauh lebih men-digging informasi, jauh lebih hati-hati dalam berinvestasi," jelas Irvan.

Irvan optimistis pasar modal Indonesia bisa melewati tekanan nan terjadi saat ini dan kembali menguat setelah beragam ketidakpastian mereda.

Irvan mengungkapkan Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik juga telah berjumpa sejumlah penanammodal di Singapura dan Hong Kong. Katanya, para penanammodal asing tetap menunjukkan kepercayaan terhadap prospek pasar modal Indonesia.

"Pak Jeffrey juga cerita sudah ketemu dengan banyak pihak, ada beliau ke Singapura, ke Hongkong. Banyak pihak tetap confidence lah dengan market kita. Jadi insyaallah kita bisa melewati semua ini. Urusan dunia index provider selesai sehingga kita bisa take off lagi lah," tutur Irvan.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan