Ilustrasi(Dok Istimewa)
BADAN Amil Zakat Nasional (Baznas) RI resmi menghadirkan program pemberdayaan ekonomi produktif Zmart dan Z-Auto di Kota Bogor dengan menyalurkan total support mencapai Rp500 juta untuk 55 mustahik dalam aktivitas seremonial nan digelar di Balai Kota Bogor, Jumat (5/6).
Melalui program ini, Baznas menyalurkan support modal dan training senilai total Rp400 juta bagi 50 mustahik di Kota Bogor, sementara program Z-Auto mengalokasikan Rp100 juta untuk 5 pelaku upaya bengkel lokal.
Pimpinan Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, Idy Muzayyad, mengatakan, melalui pemanfaatan biaya amal produktif, program Zmart dan Z-Auto diluncurkan sebagai stimulus modal upaya guna mengangkat derajat para mustahik menuju kemandirian ekonomi.
"Zmart ini adalah warung kelontong tapi berbasis biaya zakat. nan itu merupakan salah satu program amal produktif. Diharapkan para penerima manfaat-manfaat itu kelak bisa beralih bentuk dari mustahik menjadi muzaki, minimal munfik," jelas Idy dilansir dari keterangan resmi, Sabtu (6/6).
"Dan juga program Z-Auto itu adalah untuk program bengkel motor. Ada 5 penerima faedah dan ini juga program amal produktif agar bisa beralih bentuk dan memberdayakan masyarakat," tambahnya.
Menurut Idy, dalam pelaksanaannya, Baznas RI secara unik memprioritaskan kaum wanita untuk pengelolaan ritel Zmart dan para montir lokal tepercaya untuk pengelolaan bengkel Z-Auto guna menjamin efektivitas program pemberdayaan tersebut.
Idy Muzayyad menegaskan, seluruh program amal produktif ini wajib diikuti dengan sistem pengawasan dan pendampingan ketat nan melibatkan beragam mitra strategis, termasuk unsur kelurahan dan perguruan tinggi.
Melihat potensi besar Kota Bogor di sektor kuliner, Idy juga berencana memperluas cakupan program pemberdayaan ke depan melalui pengembangan penemuan ZCafe nan bekerja sama dengan pihak perbankan serta mitra terkait.
"Pada prinsipnya, sebenarnya tidak ada namanya program Baznas itu, nan ada program umat. Karena biaya ini diperoleh dari umat, dikelola Amilin nan juga umat dan diberikan kepada umat. Sehingga tentu kelak nan mendapatkan faedah adalah tidak lain dan tidak bukan adalah masyarakat Kota Bogor sendiri," katanya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, memberikan apresiasi dan menyambut baik langkah konsisten Baznas dalam mendukung program pengentasan kemiskinan di wilayahnya.
Pemerintah Kota Bogor menilai program amal produktif tersebut sangat menarik lantaran tidak hanya berkarakter santunan sementara, melainkan mempunyai potensi berkepanjangan nan bisa menyerap tenaga kerja.
"Saya mewakili Pemkot tentu berterima kasih kepada Baznas RI, Baznas Kota Bogor nan konsisten membantu program pengentasan kemiskinan dan sosial," tuturnya.
Di sisi lain, support modal upaya Zmart dari Baznas sukses mendorong produktivitas warung kelontong milik Zubaedah, seorang penduduk Kelurahan Sempur, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.
"Alhamdulillah sekarang sudah ada peningkatan omzet nan lumayan sejak dibantu Baznas, lantaran meskipun saya sudah lama membuka warung kelontong ini, berkah program Zmart tampilannya jadi jauh lebih bagus, rapi, dan sangat membantu mendongkrak penjualan harian saya," tutur Zubaedah dengan penuh rasa syukur.
Respons positif juga ditunjukkan penduduk Kelurahan Cimahpar, Andriyansyah. Ia menyebut Program Z-Auto datang menjadi angin segar nan sekarang mendapatkan kepastian akomodasi tempat upaya baru untuk mengembangkan upaya bengkel motornya.
"Program Z-Auto dari Baznas ini sangat membantu saya lantaran sebelumnya belum ada akomodasi selengkap ini dan baru sekarang saya punya tempat upaya nan lebih baik. Jadi harapannya saya bisa semakin meningkatkan skill mekanik saya dan semoga upaya bengkel ini ke depan tambah besar," ujar Andriyansyah.
Secara nasional, Baznas telah menyalurkan 5.677 unit Zmart di 34 provinsi sejak 2018, serta 564 unit Z-Auto di 27 provinsi sejak 2021 hingga pertengahan 2026. Khusus di wilayah Provinsi Jawa Barat, sebaran program ini telah mencapai 1.167 unit Zmart di 19 kabupaten/kota dan 79 unit Z-Auto nan tersebar di 12 kabupaten/kota. (H-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·