Baznas Ajak Kreator Konten Perkuat Literasi Zakat

Sedang Trending 3 bulan yang lalu
Baznas Ajak Kreator Konten Perkuat Literasi Zakat Ilustrasi(Dok Istimewa)

BADAN Amil Zakat Nasional Republik Indonesia (Baznas RI) berbareng Bank Indonesia (BI), membujuk para kreator konten untuk ikut memperkuat literasi zakat.

Hal itu mengemuka dalam Training of Trainer (ToT) Kreator Konten (Content Creator) sebagai rangkaian aktivitas Festival Syariah (FESYar) Regional Sumatra di Hotel Santika, Palembang, Sumsel. ESyar Sumatera 2026 mengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Regional Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital”.

“Kami mengapresiasi aktivitas nan digelar Bank Indonesia. Mengajak serta para pembuat konten, tentu bakal sangat efektif memperkuat literasi amal sebagai bagian dari kekuatan finansial sosial Islam nan menggerakkan ekonomi umat,” ujar Kepala Biro Komunikasi Publik (BKPU) Baznas RI, Ndari Rumi Widyawati dalam keterangan tertulis, Senin (8/6). 

Selain ToT Kreator Konten, Bank Indonesia juga menyelenggarakan ToT Dai dan Daiyah, serta ToT Sertifikasi Nazhir Wakaf, dengan total 150 peserta dari beragam wilayah di Sumatra.

Menurut Yudhiarma, aktivitas ini merefleksikan semangat untuk mengubah aktivitas digital sehari-hari menjadi aktivitas edukasi dan literasi ekonomi syariah nan bisa menjangkau masyarakat luas, khususnya generasi muda.

Kabag Humas nan juga Pemred Kantor Digital, Yudhiarma MK, menjadi pemateri ToT Kreator Konten, berbareng Koordinator Komunikasi Lembaga (Corcom) Rayhanul Iman (Roy). Yudhiarma menyampaikan materi tentang "Zakat News Network (ZNN): Strategi Publikasi Media Konvergensi", di mana Baznas RI memanfaatkan beragam kanal media untuk publikasi dan dakwah zakat. Yakni, dari media konvensional sampai digital, dari media daring sampai media sosial nan dalam lima tahun (2021-2025) mengalami kemajuan signifikan dengan jangkauan (reach) dari ribuan menjadi jutaan.

Sebagai contoh, Ndari menjelaskan, Kantor Digital nan sekarang mempunyai 420 website dengan enam juta pembaca, reach Youtube nan naik dari 1.198.983 pada 2021 menjadi 24.637.108 tahun 2025, X (Twitter) 309.628 (2021) menjadi 1.804.224 (2025) dan sebagainya.

Selain memberikan materi secara teori, Yudhiarma membujuk peserta memanfaatkan AI dengan tools Gemini, Deepseek, ChatGPT, untuk membikin buletin dan tulisan lainnya.

“Saat ini dengan AI alias Artificial Intelijen bisa lebih mudah. Terutama dalam membikin konten-konten baik itu bagi pembuat konten maupun wartawan,” ujar Yudhiarma. 

Meski demikian, dia mengingatkan Kode Etika Jurnalistik (KEJ) dan Peraturan Dewan Pers. Sebab, imbuh dia, secanggih apapun, AI adalah robot.

Yudhiarma menjelaskan, sekarang media massa juga menggunakan AI. Karena banyak perusahaan media membikin patokan sendiri tentang penggunaan AI dan mengingat ada kebutuhan untuk mengatur penggunaan AI pada industri media, maka Dewan Pers berinisiatif membentuk dan menyusun pedoman. Pedoman ini tertuang dalam Peraturan Dewan Pers No. 1 Tahun 2025 tentang Pedoman Penggunaan Kecerdasan Buatan Dalam Karya Jurnalistik.

Sebagai informasi, Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan berbareng Pemprov Sumsel, Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Sumsel, kementerian/lembaga terkait, perguruan tinggi, komunitas, serta beragam mitra strategis lainnya, menyelenggarakan beragam side event edukatif dan kompetitif sebagai upaya memperkuat ekosistem ekonomi dan finansial syariah di wilayah Sumatera.

Pada aktivitas ToT Kreator Konten, peserta dibekali beragam materi mengenai ekonomi dan finansial syariah, pengelolaan amal dan wakaf, finansial komersial syariah, hingga teknik produksi konten digital nan imajinatif dan berdampak.

ToT ini mengusung tema “From Scroll to Impact: Mengubah Konten Digital Menjadi Gerakan Ekonomi Syariah”, nan merefleksikan semangat untuk mengubah aktivitas digital sehari-hari menjadi aktivitas edukasi dan literasi ekonomi syariah nan bisa menjangkau masyarakat luas, khususnya generasi muda.

Sementara itu, ToT Dai dan Daiyah diselenggarakan untuk memperkuat kapabilitas para pendakwah dalam menyampaikan materi ekonomi dan finansial syariah secara komprehensif, sehingga dapat menjadi pemasok perubahan nan mendorong pengembangan ekonomi umat melalui pendekatan dakwah nan relevan dan aplikatif.

Pada saat nan bersamaan, Bank Indonesia juga menyelenggarakan Sertifikasi Nazhir Wakaf sebagai upaya meningkatkan kompetensi dan profesionalisme pengelola wakaf dalam mendukung optimasi pemanfaatan aset wakaf secara produktif dan berkelanjutan.

Berbagai aktivitas tersebut menghadirkan narasumber nan kompeten dan berilmu di bidangnya, nan berasal dari regulator, praktisi, akademisi, lembaga amal dan wakaf, serta pembuat konten nasional, sehingga diharapkan bisa memperkaya wawasan dan meningkatkan kapabilitas para peserta.(H-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia
↑