Basarnas Kerahkan Armada Gabungan Cari 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Sedang Trending 39 menit yang lalu
Basarnas Kerahkan Armada Gabungan Cari 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda ilustrasi(Antara)

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengoptimalkan seluruh kekuatan dan armada campuran untuk menemukan rombongan wartawan beserta awak kapal sigap nan dilaporkan lenyap kontak. Insiden tersebut terjadi saat para korban tengah melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten.

"Basarnas beserta unsur di lapangan bakal mengoptimalkan seluruh kekuatan nan ada. Mohon doanya semoga proses pencarian korban dapat melangkah dengan lancar, aman, dan selamat serta seluruh korban dapat ditemukan," ujar Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Edy Prakoso, dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (9/9) malam.

Daftar Korban dalam Pencarian

Hingga saat ini, tercatat sebanyak delapan orang tetap dalam proses pencarian. Rombongan tersebut terdiri atas lima orang wartawan dan tiga awak kapal, dengan rincian sebagai berikut:

  • M Bagus Khoirunnas (Kantor Berita ANTARA)
  • Ari Basuki (Merdeka.com)
  • Yudhistiro (iNews)
  • Firdaus (Anadolu)
  • Donal (Jurnalis Lepas)
  • Warta (Kapten Kapal)
  • Surakman (ABK)
  • Heriyanto (Pemandu)

Perluasan Area Operasi SAR

Operasi pencarian awal telah dimulai oleh Kantor SAR Banten pada Selasa (8/9) dengan mengerahkan KN SAR Tetuka dan RIB-02 pada radius 3,2 kilometer dari Gunung Anak Krakatau. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil.

Pada Rabu (9/9), tim SAR campuran memperluas wilayah pencarian hingga mencakup area seluas 68,3 nautical mile nan dibagi menjadi empat sektor Unit Pencarian dan Pertolongan (SRU). Armada skala besar lintas lembaga turut diterjunkan, meliputi:

  • Basarnas: KN SAR Tetuka dan tiga unit Rigid Inflatable Boat (RIB) dari Kantor SAR Banten dan Lampung.
  • TNI AL: KRI Loser, KRI Kerambit, KRI Lepu, KAL Anyer, dan KAL Pahawang.
  • Polairud: KP Sanjaya.
  • Potensi SAR: Relawan dan nelayan lokal.

"Dari rangkaian operasi sampai dengan saat ini, hasil pencarian tetap nihil," tambah Edy nan didampingi Direktur Kesiapsiagaan Basarnas Noer Isrodin dan Direktur Operasi Basarnas Yudhi Bramantyo.

Strategi Pencarian Lanjutan

Operasi SAR dijadwalkan kembali bersambung pada Kamis (10/10) pagi. Strategi pencarian bakal difokuskan ke sisi utara area Gunung Anak Krakatau dengan mempertimbangkan aspek teknis seperti arus laut, pergeseran ombak, serta arah angin di letak kejadian.

Di sisi lain, Basarnas mengimbau masyarakat dan pelaku pelayaran untuk mematuhi pengarahan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Masyarakat dilarang memasuki area ancaman dalam radius 3 kilometer dari puncak kawah aktif Gunung Anak Krakatau.

Berdasarkan laporan PVMBG, Gunung Anak Krakatau telah mengalami erupsi sejak Jumat (4/9) pukul 23.07 WIB. Saat ini, status aktivitas gunung api tersebut berada pada Level III (Siaga), dengan potensi ancaman berupa aliran lava, lontaran batu pijar, awan panas, hingga hujan abu vulkanik nan dapat menyebar lintas provinsi. (Ant/E-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia