Bantuan Mengalir Bertahap, Kasatgas PRR Minta Pemda Terus Perbarui Data Penerima

Sedang Trending 3 jam yang lalu
Kasatgas PRR Pascabencana Sumatera Tito Karnavian. Foto: Dok. Satgas PRR

Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera menegaskan komitmennya untuk memastikan seluruh penyintas musibah hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat memperoleh support secara cepat, tepat sasaran, dan berkelanjutan.

Dalam pelaksanaannya, Satgas PRR menerapkan pola penyaluran support secara berjenjang berasas info nan disampaikan pemerintah wilayah terdampak. Skema tersebut dipilih agar support dapat segera dirasakan masyarakat tanpa kudu menunggu keseluruhan proses pendataan selesai dilakukan.

Kasatgas PRR Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menjelaskan kondisi lapangan saat musibah terjadi membikin proses pendataan memerlukan waktu lebih panjang lantaran penduduk terdampak tersebar hingga ke wilayah terpencil dan pedalaman.

Menurut Tito, andaikan penyaluran support kudu menunggu seluruh pendataan rampung secara keseluruhan, maka proses pemulihan masyarakat bakal melangkah jauh lebih lambat. Bahkan, rumah-rumah dengan kategori rusak ringan dan rusak sedang berpotensi mengalami kerusakan lebih parah lantaran perbaikan tertunda.

“Kalau menunggu pendataan pemda selesai lantaran korban terdampak tersebar luas, maka pendataan bakal sangat lamban. nan terjadi rumah rusak ringan dan sedang bakal makin rusak lantaran tidak diperbaiki sembari menunggu support turun dari pusat,” kata Tito dalam keterangannya, Kamis (7/5/2026).

Ia menegaskan pemerintah pusat hanya dapat menyalurkan support tunai andaikan info dari pemerintah wilayah telah diverifikasi. Karena itu, Satgas PRR memutuskan penyaluran support dilakukan secara berjenjang sesuai info nan telah tersedia dan tervalidasi.

“Makanya saya putuskan support diberikan bertahap. Mana info penduduk terdampak nan sudah ada dari pemda segera diverifikasi BPS dan langsung disalurkan bantuannya baik oleh BNPB maupun Kemensos,” ujarnya.

Tito menambahkan, pemerintah wilayah tetap diberikan ruang untuk terus memperbarui info masyarakat terdampak andaikan tetap ditemukan penduduk nan belum masuk dalam daftar penerima bantuan. Data tambahan tersebut nantinya kembali diverifikasi oleh Badan Pusat Statistik (BPS) sebelum support disalurkan kementerian/lembaga terkait.

“Kalau ada lagi nan terlewat oleh pemda, silakan usulkan lagi, diverifikasi lagi oleh BPS, kemudian disalurkan lagi support BNPB dan Kemensos,” kata Tito.

Ia menegaskan pendekatan berjenjang tersebut diambil semata-mata untuk mempercepat pemulihan masyarakat terdampak agar support dapat segera memberikan faedah nyata bagi penyintas di lapangan.

“Warganya sudah teriak minta bantuan. Kalau terlalu lama menunggu pendataan selesai total, masyarakat bakal makin susah hidupnya lantaran support belum turun,” ujar Tito.

Berdasarkan info Satgas PRR, penyaluran beragam support terus dilakukan di wilayah terdampak nan mencakup support agunan hidup, support isi hunian, support stimulan ekonomi, support perbaikan rumah rusak ringan dan sedang, serta penyaluran Dana Tunggu Hunian (DTH).

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan