Bansos Tak Lagi Berupa Barang, Diganti Transfer Tunai Rp5,4 Juta per Orang

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Binti Mufarida , Jurnalis-Selasa, 09 Juni 2026 |22:23 WIB

Bansos Tak Lagi Berupa Barang, Diganti Transfer Tunai Rp5,4 Juta per Orang

Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan bahwa subsidi support sosial (bansos) ke depan tidak lagi diberikan dalam corak barang. (Foto: Okezone.com/IMG)

JAKARTA - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan bahwa subsidi support sosial (bansos) ke depan tidak lagi diberikan dalam corak barang, melainkan berupa transfer tunai sebesar Rp5,4 juta per orang.

“Subsidi tidak bakal lagi ke barang. Subsidi bakal langsung kepada penerima. Rata-rata, jika bansos itu dikumpulkan dalam corak cash transfer dan seterusnya, nilainya sekitar Rp5,4 juta per orang,” kata Luhut usai berjumpa Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Saat ini, Luhut mengatakan pemerintah tengah mempercepat transformasi digital dengan memanfaatkan teknologi kepintaran buatan alias artificial intelligence (AI).

Menurutnya, pemanfaatan AI bakal menjadi fondasi krusial dalam pengelolaan info nasional, terutama untuk memastikan beragam program support pemerintah tepat sasaran. Salah satu perubahan nan bakal dilakukan adalah mengalihkan pola subsidi dari berbasis peralatan menjadi berbasis penerima manfaat.

Tak hanya untuk program bansos, Luhut mengatakan sistem info tunggal berbasis AI juga bakal dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan upaya mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pemerintah menilai teknologi tersebut bisa memberikan gambaran nan lebih komprehensif mengenai profil pelaku upaya sehingga kebijakan pembiayaan maupun pendampingan dapat disusun secara lebih tepat.

“Dan ini kelak dikelompokkan dengan AI. Kita bakal bisa mendorong UMKM dengan memberikan skor nan baik lantaran orang ini sudah bisa dipantau dengan jelas latar belakangnya melalui teknologi,” katanya.

Luhut menambahkan, Indonesia berpotensi menjadi salah satu negara dengan jumlah masyarakat terbesar nan menerapkan sistem pemerintahan digital berbasis AI secara terintegrasi. Dengan populasi nan diperkirakan mendekati 300 juta jiwa dalam beberapa tahun ke depan, penerapan teknologi tersebut dinilai sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com