Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Sosial Saifullah Yusuf alias Gus Ipul mengungkapkan persoalan ketepatan sasaran support sosial (bansos) tetap menjadi pekerjaan rumah pemerintah. Penyaluran Program Keluarga Harapan (PKH) dan support sembako dari Kementerian Sosial pada 2024 ditengarai lebih dari 40% tidak tepat sasaran.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah mendorong pembenahan info penerima support melalui pemutakhiran info dan pemanfaatan teknologi digital, sekaligus memperkuat program pemberdayaan agar family miskin dapat meningkatkan taraf hidupnya.
Gus Ipul mengatakan, pembenahan info terus dilakukan selama dua tahun terakhir. Hasil koreksi info tersebut, menurut dia, telah menghasilkan nyaris empat juta family penerima faedah (KPM) baru.
"Di luar itu juga kita tahu banyak bansos nan tidak tepat sasaran, apalagi PKH sama support sembako nan dari Kemensos tahun 2024 itu ditengarai lebih dari 40% tidak tepat sasaran," ujar Gus Ipul dalam doorstop berbareng wartawan.
"Jadi hari ini kita tahu bahwa kita koreksi pelan-pelan, sudah ada nyaris 4 juta family penerima faedah baru dari hasil info koreksi itu," lanjutnya.
Menurut Gus Ipul, persoalan ketepatan sasaran tidak selalu terjadi lantaran info nama dan alamat penerima keliru. Dalam sejumlah kasus, support nan diterima di lapangan justru jatuh ke tangan personil family lain, seperti anak alias cucu dari penerima nan tercatat.
Karena itu, pemerintah berupaya membangun info sosial ekonomi nan lebih mutakhir agar penyaluran support sesuai dengan kondisi masyarakat nan sebenarnya.
Salah satu langkah nan ditempuh adalah menggunakan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai pedoman berbareng bagi kementerian dan lembaga. Dengan info nan sama, pemerintah berambisi program perlindungan sosial dan pemberdayaan masyarakat dapat melangkah lebih terkoordinasi.
Gus Ipul menegaskan, pembaruan info kudu dilakukan secara berkepanjangan lantaran kondisi masyarakat terus berubah. Perubahan tersebut mencakup kelahiran, kematian, hingga perubahan kondisi ekonomi keluarga.
"Data kita pagi sama, sore sudah berubah. Ada nan lahir, ada nan meninggal. Kalau kita terlambat mendata, maka kita bakal memberi support orang nan sudah meninggal," katanya.
Selain memperbaiki info penerima, pemerintah juga menyiapkan pendekatan nan lebih luas untuk mengentaskan kemiskinan. Gus Ipul menilai pemberian bansos saja tidak cukup untuk membikin family miskin berdikari secara ekonomi.
(haa/haa)
[Gambas:Video CNBC]
4 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·