Bank Sentral G7 Waspadai Minyak Sentuh USD 100, Pasar Nantikan Arah Suku Bunga

Sedang Trending 23 jam yang lalu
Ilustrasi pengeboran minyak. Foto: Hatice Bakcepinar/Shutterstock

Bank-bank sentral utama bumi bersiap menghadapi potensi lonjakan inflasi seiring harga minyak nan kembali mendekati level USD 100 per barel. Perhatian pasar sekarang tertuju pada rangkaian keputusan suku kembang dari negara-negara Kelompok Tujuh (G7) nan bakal diumumkan pekan ini.

Mengutip Bloomberg, Federal Reserve (The Fed) bakal lebih dulu mengumumkan keputusan suku kembang pada Rabu, kemudian disusul Bank of England (BoE) dan Bank of Japan (BoJ). Meski ketiganya diperkirakan belum mengubah kebijakan, penanammodal bakal mencermati sinyal nan diberikan mengenai akibat inflasi akibat kenaikan nilai energi.

Ekspektasi pasar juga semakin menguat setelah Bank Sentral Eropa (ECB) memberi sinyal tetap membuka kesempatan meningkatkan suku bunga. Pelaku pasar sekarang memperkirakan sejumlah bank sentral dapat mulai mengetatkan kebijakan lagi pada September, meski pandangan tersebut belum sepenuhnya sejalan dengan proyeksi para ekonom.

Harga minyak nan sempat kembali menembus USD 100 per barel, level nan terakhir terlihat sekitar dua bulan lalu, menjadi salah satu ancaman utama bagi prospek inflasi global. Di saat nan sama, penanammodal juga menyoroti kenaikan nilai daya lain seperti gas, besarnya investasi di sektor kepintaran buatan (AI), hingga kebijakan tarif impor Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Kekhawatiran pasar turut tercermin di pasar obligasi global. Imbal hasil obligasi pemerintah di negara-negara G7 terus meningkat. Bahkan, yield obligasi pemerintah AS tenor 30 tahun pada Jumat berada sedikit di bawah posisi tertingginya sejak 2007.

Petugas penukaran duit menghitung duit dolar AS di sebuah gerai penukaran mata duit di Jakarta (12/5/2026). Foto: Bay Ismoyo/AFP

Selain keputusan bank sentral G7, lebih dari selusin bank sentral lain di beragam negara juga dijadwalkan mengumumkan kebijakan moneternya pekan depan. Pasar juga bakal mencermati sejumlah info penting, mulai dari pertumbuhan ekonomi dan inflasi area euro, inflasi Tokyo, hingga keahlian ekspor Korea Selatan.

Sorotan terbesar tetap mengarah ke keputusan The Fed pada 29 Juli. Sebelumnya, pasar sempat memperkirakan kesempatan kenaikan suku kembang menurun setelah inflasi konsumen (CPI) AS pada Juni tercatat lebih rendah dari ekspektasi. Namun, kembali memanasnya bentrok di Timur Tengah mengubah sentimen lantaran mendorong kenaikan nilai minyak.

Kondisi tersebut memicu spekulasi bahwa sejumlah pejabat The Fed, seperti Presiden The Fed Dallas Lorie Logan dan Presiden The Fed Cleveland Beth Hammack, bakal mendorong kenaikan suku bunga. Di sisi lain, muncul pula spekulasi bahwa Ketua The Fed Kevin Warsh dapat mengejutkan pasar dengan meningkatkan suku bunga.

Bloomberg Economics memperkirakan The Fed tetap bakal mempertahankan suku kembang pada pertemuan kali ini dengan nada nan condong hawkish.

Federal Reserve. Foto: Shutterstock

“Kami memperkirakan The Fed bakal mempertahankan suku kembang dengan nada hawkish. Warsh kemungkinan bakal menegaskan bahwa inflasi tetap terlalu tinggi dan tetap membuka kesempatan kenaikan suku kembang pada September. Namun, info CPI nan lemah diperkirakan cukup untuk mencegah kenaikan suku kembang bulan ini,” tulis ahli ekonomi Bloomberg Economics Anna Wong, Andrew Sacher, dan Eliza Winger.

Sehari setelah keputusan suku bunga, pemerintah AS dijadwalkan merilis info terbaru mengenai pertumbuhan ekonomi, parameter inflasi pilihan The Fed, dan shopping konsumen. Produk domestik bruto (PDB) AS diperkirakan tumbuh 2,1 persen secara tahunan pada kuartal II, didukung konsumsi rumah tangga dan investasi bisnis.

Sementara itu, area Asia-Pasifik juga memasuki pekan nan padat. Bank sentral Singapura dan Pakistan bakal mengumumkan kebijakan suku kembang masing-masing, sedangkan Jepang bakal merilis info produksi industri, penjualan ritel, pengangguran, dan inflasi Tokyo.

Data inflasi ibu kota Jepang tersebut dipandang sebagai petunjuk krusial sebelum Bank of Japan mengumumkan keputusan suku bunganya pada hari nan sama. Taiwan juga dijadwalkan mengumumkan info pertumbuhan ekonomi kuartal II pada Jumat.

instagram embed
Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan