Southampton resmi didiskualifikasi dari final play-off Championship setelah bandingnya ditolak. Middlesbrough melaju ke final menghadapi Hull City.(Southampton)
UPAYA Southampton untuk membatalkan hukuman diskualifikasi dari final play-off Championship resmi kandas. Banding nan mereka ajukan mengenai kasus spionase alias tindakan memata-matai tim musuh telah ditolak oleh panel arbitrase liga.
Dengan keputusan final ini, pertandingan perebutan satu tiket promosi ke Liga Premier bakal tetap digelar pada Sabtu pekan ini. Laga puncak tersebut mempertemukan Hull City melawan Middlesbrough, tim nan diaktifkan kembali setelah sebelumnya kalah dari Southampton di semifinal.
Selain didepak dari babak play-off, Southampton juga dijatuhi balasan pengurangan empat poin nan bakal langsung diterapkan pada klasemen Championship musim 2026-2027. Keputusan ini berkarakter mengikat dan pihak klub tidak mempunyai kewenangan lagi untuk mengusulkan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).
"Panel arbitrase liga malam ini telah menolak banding Southampton Football Club terhadap hukuman komisi disiplin independen, setelah klub mengakui beberapa pelanggaran izin EFL," rilis resmi EFL pada Rabu malam.
Pihak Southampton menyatakan kekecewaan mendalam atas hasil ini. Mereka bersikeras bahwa balasan tersebut tidak proporsional jika dibandingkan dengan kasus serupa di masa lalu, seperti saat Leeds United hanya didenda £200.000 pada 2019. Namun, otoritas liga menegaskan adanya izin baru nomor 127 nan melarang keras pengintaian musuh dalam waktu 72 jam sebelum laga, patokan nan justru lahir akibat pelanggaran Leeds terdahulu.
"Meskipun malam ini adalah momen nan menyakitkan, klub sepak bola ini bakal merespons dengan kerendahan hati, akuntabilitas, dan tekad untuk memperbaiki keadaan," tulis pernyataan resmi Southampton.
Di sisi lain, Hull City selaku kontestan final merasa dirugikan lantaran kudu mengubah strategi secara mendadak untuk menghadapi musuh nan berbeda. Pemilik Hull City, Acun Ilicali, apalagi tidak menutup kemungkinan untuk mengambil langkah norma jika timnya kandas promosi akibat kekacauan ini.
Kasus memalukan ini langsung berkapak pada masa depan manajer interim Southampton, Tonda Eckert. Penunjukan Eckert nan minim pengalaman melatih tim utama dinilai menjadi bumerang terbesar bagi pemilik klub, Sport Republic, setelah performa jelek mereka nan sempat terdegradasi dari Premier League dengan hanya mengemas 12 poin.
Kini, konsentrasi tidak hanya tertahan pada hukuman liga. Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) dilaporkan bersiap melakukan investigasi terpisah nan berpotensi menjatuhkan balasan individual kepada individu-individu nan terlibat dalam skandal spionase tersebut. (BBC/Z-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·