Direktur Utama Darul Haromain, Ustaz Maman Suratman(MI/Kristiadi )
AKTIVITAS pemberangkatan jemaah umrah dan haji di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, dipastikan tetap melangkah normal di tengah memanasnya situasi geopolitik di Timur Tengah. Meski terdapat laporan serangan golongan Houthi dari Yaman ke Bandara Riyadh, Arab Saudi, biro perjalanan umrah tetap memberangkatkan jemaah sesuai jadwal.
Direktur Utama Darul Haromain, Ustaz Maman Suratman, menyatakan bahwa sebanyak 35 jemaah asal Tasikmalaya nan tergabung dengan jemaah dari Lampung dan Bekasi dijadwalkan berangkat pada 16 Oktober 2026. Para jemaah bakal terbang melalui Bandara Soekarno-Hatta menuju Jeddah menggunakan maskapai Saudia Airlines dan Garuda Indonesia.
"Memanasnya geopolitik di Timur Tengah bagi 35 jemaah umrah tetap berjalan. Mereka bakal berangkat keesokan harinya tanggal 16 Oktober. Selain itu, untuk pemberangkatan bulan November pada tanggal 16 dan 26 juga tetap sesuai agenda menggunakan maskapai Qatar," ujar Ustaz Maman Suratman, Kamis (15/10).
Kepadatan di Bandara Jeddah
Maman menjelaskan, meski operasional perusahaannya tidak mengalami hambatan berarti, dia mendapatkan info adanya penundaan keberangkatan dari beberapa maskapai seperti Emirates, Etihad, dan Indigo India. Hal ini berakibat pada kepadatan luar biasa di Bandara Jeddah lantaran banyak aktivitas penerbangan dari Bandara Riyadh nan dialihkan ke sana.
Ia juga meluruskan rumor nan berkembang mengenai bentrok di Yaman. Menurutnya, bentrok tersebut merupakan upaya kudeta oleh golongan Houthi terhadap pemerintahan Yaman nan sah, dengan support persenjataan nan cukup canggih.
"Geopolitik nan terjadi perlu diluruskan. Masalahnya bukan sekadar pertemuan Yaman ke Arab Saudi, tapi golongan Houthi nan mau mengkudeta pemerintahan Yaman," tambahnya.
Jadwal Penerbangan Tetap Aman
Sejauh ini, pemberangkatan jemaah pada bulan Oktober tidak mengalami perubahan jadwal. Jemaah tetap bakal diterbangkan menggunakan maskapai Saudia Airlines, Garuda Indonesia, Qatar, maupun Oman Air. Maman menegaskan bahwa rumor mengenai pengeboman di wilayah Madinah, Makkah, hingga Bandara Jeddah oleh golongan Houthi tidaklah betul berasas pantauan langsung di lapangan.
"Saya sendiri berangkat tanggal 12 September dan baru pulang tanggal 22 September. Kami tidak mendapati berita airport di Jeddah alias kota suci dibombardir. Namun, secara prinsip memang letak Dammam dan Riyadh berdekatan dengan area bentrok tersebut," pungkasnya.
Informasi Keberangkatan:
- Jumlah Jemaah: 35 orang (Tasikmalaya, Lampung, Bekasi).
- Tanggal Keberangkatan: 16 Oktober 2026.
- Maskapai: Saudia Airlines, Garuda Indonesia, Qatar Airways, Oman Air.
- Status: Normal (Meski Bandara Jeddah mengalami kepadatan).
English (US) ·
Indonesian (ID) ·