Balita Sering Menjilat Lantai, Wajar atau Perlu Dikhawatirkan?

Sedang Trending 3 bulan yang lalu
Ilustrasi bayi nan merangkak di permukaan nan aman. Foto: Photo by MHIN/Shutterstock Foto: Shutterstock

Moms, di fase balita, si mini bakal melewati banyak tahapan perkembangan yang unik mulai dari merangkak, mengoceh (bubbling), hingga perilaku nan kadang terasa aneh.

Misalnya, suka nungging, memasukkan barang ke mulut, hingga menjilat lantai seperti nan terlihat pada video balita di IG @krabbypatty2027. Dalam video tersebut, balita tampak sering mencium hingga menjilat lantai setiap hari. Ternyata, banyak orang tua mengaku mengalami perihal serupa pada anak mereka.

Lantas, apakah perilaku ini normal?

Normal alias Wajar Balita Menjilat Lantai?

Menurut master ahli anak, dr. Aisya Fikritama, Sp.A, kebiasaan ini berangkaian dengan fase oral exploration. Pada tahap ini, balita menggunakan mulut sebagai perangkat utama untuk mengenal bumi di sekitarnya mulai dari tekstur, rasa, hingga suhu. Artinya, ketika anak menjilat, mencium, alias memasukkan tangan ke dalam mulut, perihal tersebut merupakan bagian dari perkembangan motorik dan sensorik nan normal.

“Umumnya balita berada di fase ini pada usia 6 bulan sampai 3 tahun. Jadi tetap wajar, tapi perlu diperhatikan jika terjadi setelah usia 3 tahun,” ujar dr. Aisya kepada kumparanMOM, Rabu (21/4).

Selain itu, anak juga bisa sedang berada di fase self-soothing, ialah kondisi ketika balita merasa nyaman saat menghisap alias menggigit sesuatu. Hal ini juga bisa dipicu oleh rasa tidak nyaman pada gusi saat gigi mulai tumbuh.

Apa nan Perlu Dilakukan Orang Tua?

Ilustrasi bayi merangkak. Foto: Shutter Stock

Jika si mini sedang berada di fase ini, ada beberapa perihal nan bisa Anda lakukan agar tetap kondusif dan nyaman:

  • Hindari melarang alias memarahi anak, lantaran bisa memengaruhi kondisi psikologisnya

  • Pastikan lingkungan bermain kondusif dan jauh dari barang mini berbahaya

  • Rutin membersihkan lantai dan hindari paparan bahan kimia

  • Berikan mainan nan kondusif untuk digigit (teether)

  • Ajak anak melakukan sensory play untuk menyalurkan rasa mau tahunya.

Namun, orang tua tetap perlu waspada jika perilaku ini terjadi secara berlebihan, terutama setelah anak berumur di atas 3 tahun.

“Perlu perhatian unik jika anak menunjukkan kebiasaan memasukkan barang secara ekstrem di atas usia 3 tahun, apalagi jika disertai pica, ialah kondisi ketika anak menyantap barang nan bukan makanan seperti batu alias kertas. Ini bisa berakibat pada tumbuh kembangnya,” tutup dr. Aisya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan