
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan rencana pembentukan badan baru migas. (Foto: Okezone.com/Binti)
JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan rencana pembentukan badan baru nan bakal menangani sektor hulu minyak dan gas bumi (migas).
Badan Usaha Khusus (BUK) tersebut nantinya berada dan bertanggung jawab langsung kepada Presiden Prabowo Subianto, sekaligus menggantikan keberadaan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).
Bahlil mengatakan pembentukan lembaga tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat sektor hulu migas, terutama dalam meningkatkan produksi (lifting) serta memberikan kepastian berupaya bagi kontraktor perjanjian kerja sama (KKKS).
"BUK ini sebagai instrumen krusial dalam rangka meningkatkan lifting dan kepastian berusaha, serta tidak berbelitan bagi pengurus perusahaan di hulu migas KKKS dalam mendapatkan izin," ujarnya usai aktivitas Hari Jadi Pertambangan dan Energi ke-81 di Jakarta, Senin (21/9/2026).
Bahlil menyebut lembaga tersebut nantinya mempunyai posisi nan lebih kuat lantaran bertanggung jawab langsung kepada Presiden. Menteri teknis nan ditunjuk Presiden bakal melakukan koordinasi mengenai hal-hal teknis sesuai pengarahan Presiden.
"Lembaga ini bakal langsung berada dan bertanggung jawab kepada Bapak Presiden, ya, agar lebih kuat," lanjut Bahlil.
Pembentukan BUK nan menangani sektor hulu migas ini nantinya diatur dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Migas. Namun, saat ini Kementerian ESDM tetap merampungkan penyusunan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) izin baru tersebut.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·