Bahlil Ungkap Minyak Mentah Rusia Segera Tiba di RI

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan keterangan saat konvensi pers mengenai penemuan persediaan gas raksasa di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (20/4/2026). Foto: Dhemas Reviyanto/ANTARA FOTO

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan minyak mentah alias crude dari Rusia segera masuk ke Indonesia, sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pasokan daya nasional di tengah dinamika geopolitik global.

Langkah tersebut juga menjadi bagian dari realisasi komitmen impor minyak sebesar 150 juta barel dari Rusia nan bakal dilakukan secara berjenjang hingga akhir 2026.

Bahlil menegaskan pemerintah saat ini memprioritaskan kesiapan seluruh jenis Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan industri.

“Bagi saya nan paling krusial adalah semua stok kita ada. Dan untuk (minyak mentah) Rusia sejenak lagi masuk ya,” ujar Bahlil saat ditemui selepas menghadiri aktivitas Himpunan Alumni IPB di Jakarta, dikutip dari Antara, Minggu (3/5).

Namun, Bahlil belum menjelaskan lebih rinci baik volume impor minyak mentah Rusia nan bakal segera masuk ke Indonesia tersebut maupun kilang nan nantinya bakal mengolah crude tersebut di dalam negeri.

Bahlil menegaskan pemerintah konsentrasi memastikan kesiapan beragam jenis BBM, mulai dari solar hingga bensin dengan beragam nomor oktan, di tengah kondisi dunia nan tetap bergejolak.

Menurutnya, dalam situasi geopolitik dunia saat ini, negara kudu mengutamakan keamanan pasokan daya sebelum mengambil langkah lanjutan mengenai kebijakan daya lainnya.

“Dalam keadaan kondisi kayak begini negara kudu menjamin kesiapan semua jenis BBM. Itu jauh lebih penting,” ujar Bahlil.

Terkait sistem dan nilai impor minyak mentah Rusia, Bahlil menyebut kepastian tersebut merupakan ranah business to business (B2B). Selain minyak mentah, pemerintah juga membuka kesempatan impor Liquefied Petroleum Gas (LPG) dari Rusia. Namun, kata Bahlil, rencana tersebut tetap dalam tahap pembicaraan.

Bahlil memastikan stok LPG saat ini tetap berada di atas pemisah minimum nasional.

“Sampai dengan sekarang stok LPG kita semuanya di atas standar minimum nasional,” tutur Bahlil.

video story embed
Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan