Jakarta, CNN Indonesia --
Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia mengaku telah menugaskan sekjen partainya, Muhammad Sarmuji untuk mengawal kasus penikaman terhadap Ketua DPD II Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora namalain Nus Kei hingga tewas pada Minggu (19/4).
"DPP Golkar sudah saya meminta kepada Sekjen untuk mendampingi proses sampai tuntas," ujar Bahlil di kompleks parlemen usia menghadiri peluncuran kitab Sarmuji, Senin (20/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahlil menyampaikan duka cita atas kejadian tersebut dan menyerahkan proses norma sepenuhnya kepada abdi negara kepolisian hingga tuntas.
"Kita serahkan kepada abdi negara penegak hukum, tapi DPP Golkar, telah meminta agar ini diusut secara tuntas dan bisa diselesaikan secara seksama," ujar Bahlil.
Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia mengaku terkejut dan menyayangkan serangan terhadap kader partainya. Doli berambisi kasus tersebut tak mengenai dengan masalah partai.
Dia juga mewanti-wanti kadernya di Maluku Tenggara untuk menahan diri dan tidak terpancing emosi.
"Saya berambisi kepada seluruh jejeran partai Golkar, terutama di Maluku Tenggara dapat tetap mengendalikan diri, jangan terpancing emosi, dan untuk ikut mendinginkan situasi, sembari mengawal proses norma dapat melangkah dengan sebaik-baiknya," ujar Doli.
Insiden penikaman Nus Kei terjadi di area airport nan berada di Kecamatan Kei Kecil pada Minggu (19/4) sekitar pukul 11.25 WIT. Saat kejadian, Nus Kei baru saja tiba setelah melakukan penerbangan dari Jakarta.
Kabid Humas Polda Maluku Kombes Rositah Umasugi mengatakan serangan terhadap Nus Kei dipicu lantaran balas dendam atas kejadian berantem pada 2023 di Bekasi.
Saat itu, golongan Nus Kei nan berjumlah 6 orang mendatangi letak dengan membawa senjata tajam. Mengetahui perihal itu, golongan John Kei lantas mempersenjatai diri dengan senjata tajam dan senjata api.
Dalam serangan itu, laki-laki berinisial GR (44) nan merupakan golongan Nus Kei meninggal dunia. Insiden serangan itu sendiri merupakan balas dendam atas tindakan serangan golongan John Kei pada 2020 di Tangerang.
"Motif pelaku adalah balas dendam. Kedua pelaku dendam lantaran korban Nus Kei adalah otak di kembali pembunuhan kerabat kedua pelaku atas nama Fenansius Wadanubun namalain Dani Holat," ujar Rositah.
(thr/wis)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·