Bahlil: Proyek PLTS 100 GWp Dikerjakan Bertahap Selama 3 Tahun

Sedang Trending 39 menit yang lalu

 Proyek PLTS 100 GWp Dikerjakan Bertahap Selama 3 Tahun

Bahlil: Proyek PLTS 100 GWp Dikerjakan Bertahap Selama 3 Tahun (Foto: Tangkapan Layar)

JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, sasaran Presiden Prabowo untuk membangun PLTS 100 Gigawatt peak (GWp) bakal dikerjakan secara berjenjang dalam kurun waktu 3 tahun.

Proyek ini bakal dimulai dengan pembangunan PLTS di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Bangka Belitung, dan Kepulauan Riau dengan total kapabilitas 5,3 GWp.

Bahlil mengatakan percepatan program tersebut merupakan tindak lanjut pengarahan Presiden Prabowo Subianto untuk mengoptimalkan sumber daya daya nasional sekaligus mewujudkan swasembada dan kedaulatan energi.

"Program PLTS ini begitu ini kita luncurkan, ini kita bakal lakukan secara masif, Pak, dan dibagi menjadi tiga tahun," ujar Bahlil dalam aktivitas Peluncuran Program PLTS 100 GWp di Bali, Selasa (25/8/2026).

Dalam penyelenggaraan proyek 100 GW tersebut, pemerintah menyiapkan skema nan memungkinkan keterlibatan badan upaya maupun pemerintah. Bahlil mengatakan pemerintah bakal terlebih dulu mendorong pengembangan proyek melalui skema independent power producer (IPP).

Jika terdapat penanammodal nan bisa menawarkan nilai listrik secara kompetitif, proyek bakal diberikan kepada IPP. Namun, andaikan nilai nan ditawarkan tidak kompetitif alias tidak ada pihak swasta nan berminat, pemerintah bakal mengambil alih pengerjaan proyek.

"Kalau harganya kompetitif kita kasih IPP, jika tidak kompetitif dan tidak ada nan mau maka kita bakal ambil alih untuk dikerjakan oleh pemerintah lewat Danantara," kata Bahlil.

Skema tersebut, lanjut Bahlil, bakal dijalankan dengan memperhatikan pembiayaan nan efisien, efektif, dan terjangkau sesuai pengarahan Presiden.

Program PLTS 100 GWp mempunyai nilai investasi nan diperkirakan mencapai sekitar USD73 miliar alias lebih dari Rp1.140 triliun. Pemerintah juga memperkirakan program tersebut dapat menciptakan sekitar 5,52 juta lapangan kerja dan memberikan efisiensi terhadap subsidi setiap tahun sebesar Rp73,9 triliun.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com