Bahaya Hipoglikemia: Gejala Gula Darah Rendah dan Cara Mengatasinya

Sedang Trending 6 jam yang lalu
 Gejala Gula Darah Rendah dan Cara Mengatasinya Gejala Hipoglikemia dan bahayanya.(Dok. Magnific)

HIPOGLIKEMIA atau kondisi kadar gula darah rendah merupakan ancaman kesehatan serius nan dapat terjadi secara mendadak dan berpotensi fatal jika tidak segera ditangani. Meski sering diidentikkan dengan penderita diabetes, kondisi ini nyatanya dapat menyerang siapa saja, mulai dari bayi hingga orang dewasa tanpa riwayat medis tertentu.

Berdasarkan info medis, seseorang dikategorikan mengalami hipoglikemia andaikan kadar glukosa dalam darah berada di bawah 70 mg/dL. Mengingat glukosa adalah sumber daya utama bagi otak, penurunan drastis pada kadarnya dapat mengganggu kegunaan organ vital dan memicu keadaan darurat medis.

Gejala nan Wajib Diwaspadai

Hipoglikemia sering kali menunjukkan indikasi awal nan muncul tiba-tiba. Beberapa tanda umum nan perlu diwaspadai meliputi:

  • Rasa lapar berlebihan dan tubuh gemetar.
  • Keringat dingin dan jantung berdebar.
  • Lemas, susah berkonsentrasi, hingga perubahan suasana hati (gelisah alias mudah marah).

Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat memburuk menjadi hipoglikemia berat nan ditandai dengan kebingungan, kejang, kehilangan kesadaran, hingga koma.

Penyebab pada Non-Diabetes dan Anak

Pada penderita diabetes, pemicu utamanya biasanya adalah penggunaan insulin berlebih alias terlambat makan. Namun, pada perseorangan non-diabetes, hipoglikemia dapat dipicu oleh puasa berkepanjangan, diet ekstrem, olahraga berat tanpa asupan energi, hingga gangguan kegunaan hati dan ginjal.

Kondisi ini juga sangat rawan bagi bayi baru lahir, terutama nan lahir prematur alias dari ibu dengan glukosuria gestasional. Pada bayi, gejalanya sering kali tidak khas, seperti rewel, susah menyusu, alias tegang tanpa demam.

Pertolongan Pertama: Aturan 15-15

Untuk menangani hipoglikemia ringan hingga sedang, para mahir menyarankan metode 15-15:

  1. Konsumsi 15 gram karbohidrat sigap serap (contoh: 4 sendok teh gula dilarutkan air alias 120 ml saribuah jeruk).
  2. Tunggu selama 15 menit.
  3. Periksa kembali kadar gula darah alias kondisi tubuh.
  4. Ulangi langkah jika indikasi belum membaik.

Catatan: Hindari cokelat alias susu sebagai pertolongan pertama lantaran lemak di dalamnya memperlambat penyerapan gula.

Penanganan Darurat

Apabila penderita sudah tidak sadarkan diri alias mengalami kejang, jangan memaksa memberi makan alias minum secara oral. Segera bawa pasien ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) terdekat untuk mendapatkan penanganan medis intensif guna mencegah kerusakan permanen pada otak. (Z-10)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia