Bahas MAN 3 Padang, Pigai Cerita Pernah Jadi Korban Bullying

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengatakan, mencegah dan menghetikan bullying alias perundungan bukan hanya tugas pemerintah, tapi semua pihak.

Hal ini disampaikan menanggapi siswa MAN 3 Kota Padang nan meledakkan peledak rakitan, di mana nan berkepentingan diduga menjadi korban perundungan.

"Saya sendiri juga kan dari dulu sudah termasuk anti bullying. Jadi, saya pikir jika untuk menyelesaikan bullying itu kudu menjadi perhatian semua, baik itu pemerintah, pihak swasta maupun juga masyarakat. Itu itu kudu bisa juga diberi teguran alias diantisipasi," ujar Pigai, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (15/7/2026).

Dia menilai lembaga pemerintah, termasuk Polri, belum bisa bertindak tegas dalam menghentikan praktik perundungan. Pigai mencontohkan pengalamannya sebagai korban rasisme, nan menurutnya hingga sekarang tidak diikuti dengan tindakan tegas terhadap para pelaku.

"Contoh, kan banyak juga nan rasial ke saya. Pertanyaan saya sederhana saja, saya kan pejabat negara, kenapa polisi tidak mau hentikan? kan itu sederhana. Saya saja korban rasial, apalagi rakyat? Rakyat maupun saya ini korban rasial," ungkap Pigai.

"Oleh abdi negara kan bisa hentikan jika akun anonim, jika akun-akun orangnya ada, bisa diminta keterangan. Ya jika nan ke saya tidak usah dihukum, tapi minimal orangnya dikasih diingatkan, kan lebih bagus," sambung Pigai.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita
↑