Liputan6.com, Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) akhirnya merespons temuan dan rekomendasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengenai perbaikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) nan telah dikirimkan sejak Maret 2026.
"Kalau (ditanya) kenapa nan lampau belum ditanggapi mungkin ditanya ke ketua nan lampau ya. nan jelas pada saat kami mulai menjabat waktu itu 2 Juni 2026 kami memandang kok belum ada tanggapan ternyata," kata Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (7/7/2026).
"Ya, kami susun dulu Pak, kami susun dulu kan. Ya makanya saya minta maaf nih sering ada wartawan nan WA juga dan sebagainya lantaran begitu banyak pekerjaan termasuk salah satunya menyusun itu ya kami butuh waktu," sambung dia.
Menurut Agustina menegaskan, pihaknya terus mempelajari temuan lembaga anti rasuah itu. Dia pun meminta maaf kepada jejeran Pimpinan KPK atas keterlambatan merespons kajian tersebut.
"Kami kan inginnya jangan sampai hanya ada di atas kertas saja, rencana tindak tersebut sekadar untuk memenuhi saja lah misalnya begitu ya, agar sudah terpenuhi nih statusnya ada tindak lanjutnya. Kami tidak mau seperti itu. Jadi, betul-betul rencana tindak nan memang bakal kami lakukan, gitu. Nah itu nan kenapa kemudian menjadi cukup lama," jelas dia.
"Jadi, ya tadi dokumennya juga cukup tebal tampaknya ya, tapi tadi kami konsen bahwa apa, minta dibantu, bahwa barangkali itu pun belum sempurna, lantaran memang kami juga menyusunnya mungkin ya dengan waktu nan tadi dari 2 Juni ke sekarang dengan segala macam kesibukan kami saat ini," sambung Agustina.
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·