Atasi Pemadaman Bergilir, PLN Bangun PLTS di Waduk hingga Jalan Tol

Sedang Trending 3 minggu yang lalu
Waduk Saguling nan jadi letak pembangunan PLTS Terapung Saguling. Foto: Dok. PLN

PT PLN (Persero) berencana mempercepat pembangunan pembangkit Energi Baru Terbarukan (EBT), seperti Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB), untuk mengatasi kekurangan pasokan listrik.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengatakan PLN bakal memanfaatkan beragam kerja sama untuk mengatasi keterbatasan lahan dan mengurangi biaya pokok penyediaan (BPP) listrik. Misalnya, PLTS nan memerlukan lahan luas bisa dibangun di waduk alias danau.

PLN rencananya bakal membangun PLTS di waduk seluas 10.300 hektare di Pulau Jawa saja nan dapat menghasilkan listrik 10,3 GW peak, serta PLTS sekaligus Battery Energy Storage System (BESS) beberapa wilayah di Pulau Bali maupun di Pulau Madura untuk mengurangi konsumsi BBM.

"Penambahan PLTS menggunakan pemanfaatan waduk, ialah 10.300 hektare alias 10,3 gigawatt hour, 3 gigawatt peak ditambah dengan 30 gigawatt hour (BESS), tentu saja lantaran ini adalah waduk, lahannya sudah tersedia dan tentu saja kami perlu bekerja sama dengan Kementerian PUPR dan Kementerian ESDM," jelasnya saat RDP Komisi XII DPR, Kamis (2/7).

Pasalnya, Darmawan mengakui penggunaan PLTS dan BESS sangat sensitif dengan lahan, sehingga ketika nilai lahan bisa mencapai Rp 200 ribu per meter, maka peningkatan nilai listrik mencapai 1 sen per KWh.

"Jadi jika nilai lahannya Rp 600 ribu per meter, itu nambahnya 3 sen per kwh. Nah unik untuk program ini, lantaran program ini tanah sudah disediakan oleh pemerintah dan juga menggunakan waduk-waduk, tentu saja ini membikin menjadikan program PLTS dan BESS menjadi program nan secara keekonomian menjadi sangat kompetitif," tutur Darmawan.

video story embed

Ke depannya, program ini bakal menambah kapabilitas hingga 19,1 GW sampai 2030, nan diharapkan dapat memfasilitasi bukan hanya penguatan daya listrik di Pulau Jawa, tapi juga meningkatkan keandalan dan mengurangi konsumsi BBM nan berbasis pada impor.

Selain itu, PLN juga berencana membangun super teknologi green corridor, berupa proyek PLTS dan PLTB, dengan memanfaatkan lahan di pinggir jalan tol, misalnya di tol milik PT Jasa Marga (Persero). Salah satunya bakal melangkah di jalan tol Bali Mandara.

"Jalan tol milik Jasa Marga dengan panjang 802 kilometer, andaikan di kedua sisi lebarnya sekitar 3-5 meter, maka ada sekitar 400 sampai 500 hektare, artinya ini ada 0,5 gigawatt peak, dan tentu saja artinya dikalikan tiga, kami bisa menambah BESS sebesar 1,5 gigawatt hour," jelas Darmawan.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan