JAKARTA — Masalah kesehatan jiwa telah menjadi rumor nan menimbulkan kekhawatiran di beragam negara, termasuk Indonesia. Kesehatan mental dipengaruhi oleh beragam aspek dan saat ini semakin menjadi perhatian serius.
Kesehatan mental rupanya juga telah menjadi perhatian umat Islam, apalagi sejak beratus-ratus tahun lalu. Rasulullah SAW disebut mengajarkan kepada putrinya Sayyidah Fatimah RA untuk menjaga kesehatan mental, salah satunya dengan memanjatkan angan unik pada pagi dan sore hari.
"Doa ini intinya memohon rahmat dan keterlibatan Allah SWT dalam menyelesaikan masalah kita. Doa ini diriwayatkan oleh Imam An-Nasai, Ibnu Sunni, Al-Hakim, dan Al-Baihaqi," tulis Ustadz Alhafiz Kurniawan dalam tulisan berjudul Doa untuk Kesehatan Mental nan dikutip NU Online.
Doa nan diajarkan tersebut adalah sebagai berikut:
يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيثُ أَصْلِحْ لِي شَأْنِي كُلَّهُ، وَلَا تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ
Yā hayyu, yā qayyūmu, bi rahmatika astaghītsu, ashlih lī sya’nī kullahū, wa lā takilnī ilā nafsī tharfata ‘aynin.
Artinya: "Wahai Zat nan Maha Hidup dan Maha Kekal Abadi, dengan rahmat-Mu saya memohon pertolongan. Perbaikilah segala urusanku. Janganlah Kaubiarkan saya sendiri menyelesaikan urusan meski sekejap mata."
Selain angan di atas, ada angan serupa dengan sedikit perbedaan redaksi nan diriwayatkan Ahmad bin Amr bin Dhahak. Menurutnya, angan ini merupakan permohonan nan paling sering dibaca Rasulullah SAW saat menghadapi musuh di Bukit Uhud.
Berikut angan nan dimaksud:
يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيثُ ، اكْفِنِي كُلَّ شَيْءٍ وَلا تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ
Yā hayyu, yā qayyūmu, bi rahmatika astaghītsu, ikfinī kulla syay’in, wa lā takilnī ilā nafsī tharfata ‘aynin.
Artinya: "Wahai Zat nan Maha Hidup dan Maha Kekal Abadi, dengan rahmat-Mu saya memohon pertolongan. Cukupilah saya dalam mengatasi segala urusan. Janganlah Kaubiarkan saya sendiri menyelesaikan urusan meski sekejap mata."
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·