Asap Tebal Tutupi Tol Pejagan: Dari Kebakaran Lahan, Pengendara Sempat Berhenti

Sedang Trending 2 hari yang lalu
Petugas saat memadamkan api di area persawahan di sekitar ruas Jalan Tol Pejagan KM 248, Kabupaten Brebes nan menyebabkan asap tebal di jalan tol. Foto: Dok. Polres Brebes

Asap tebal menyelimuti ruas Jalan Tol Pejagan KM 248, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, hingga menghalangi jarak pandang pengendara. Beruntung, peristiwa tersebut tidak menimbulkan kecelakaan.

Dalam video nan diunggah akun humasbrebes, terlihat seorang pengendara mobil berakhir di tengah jalan tol lantaran jarak pandangnya terhalang asap tebal. Asap diduga berasal dari kebakaran lahan di sekitar ruas tol.

Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Artanto mengatakan, asap tersebut berasal dari kebakaran area persawahan di sekitar Jalan Tol Pejagan KM 248, Kabupaten Brebes, Kamis (23/7).

"Setibanya di lokasi, petugas mendapati titik api disertai kepulan asap nan berpotensi menyebar dengan sigap akibat cuaca nan panas dan tiupan angin nan cukup kencang," ujar Artanto, Minggu (26/7).

Kendaraan Armoured Water Cannon (AWC) dikerahkan untuk membantu proses pemadaman hingga api sukses dikendalikan. Tidak ada kecelakaan akibat peristiwa tersebut.

"Keberhasilan personel Polres Brebes mengendalikan api patut diapresiasi. Namun nan lebih krusial adalah gimana kita semua dapat mencegah agar kebakaran serupa tidak kembali terjadi," jelas dia.

Petugas saat memadamkan api di area persawahan di sekitar ruas Jalan Tol Pejagan KM 248, Kabupaten Brebes nan menyebabkan asap tebal di jalan tol. Foto: Dok. Polres Brebes

16 Kebakaran Lahan di Jateng

Artanto menyebut, dalam kurun waktu tanggal 1 hingga 11 Juli 2026 terjadi 16 peristiwa kebakaran lahan di beragam wilayah Jawa Tengah.

Objek nan terbakar antara lain lahan tebu di Batang, Kudus, Pati, dan Sragen. Kebakaran juga terjadi di lahan kosong, tempat pembuangan sampah, area akomodasi publik, hingga area rimba Perhutani di Karanganyar.

"Bahkan, salah satu kejadian di Kabupaten Batang mengakibatkan seorang penduduk meninggal bumi akibat kelalaian saat membakar lahan tebu," imbuh dia.

Berkaca dari sejumlah peristiwa tersebut, Artanto meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan dalam corak apa pun. Sebab, selama musim kemarau, api lebih sigap membesar dan merambat ke area lain.

"Jangan membakar lahan lantaran api sigap membesar dan merambat. Apabila memandang adanya titik api alias aktivitas pembakaran nan berpotensi membahayakan, segera laporkan kepada kepolisian, pemadam kebakaran, alias lembaga mengenai agar dapat segera ditangani," kata Artanto.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan