Kabut asap akibat kebakaran rimba dan lahan (Karhutla) semakin menyelimuti Kota Jambi dan wilayah sekitarnya, Selasa (25/8) sore.
Pantauan sekitar pukul 14.19 WIB, kabut asap terlihat menyelimuti sejumlah area di Kota Jambi. Kondisi tersebut terpantau di Simpang Rimbo, area Kantor Gubernur Jambi di Telanaipura hingga area Mayang Masurai.
Kabut asap juga membikin sejumlah wilayah Kota Jambi dan sekitarnya tampak berubah menjadi abu-abu. Jarak pandang mulai terlihat terbatas, sementara mentari tampak berwarna oranye akibat pekatnya asap di udara.
Berdasarkan pantauan IQAir pada pukul 15.00 WIB, kualitas udara Jambi berada pada nomor 183 AQI US dengan kategori tidak sehat. Polutan utama nan tercatat adalah PM2.5 dengan konsentrasi mencapai 101 µg/m³.
Meski kondisi udara memburuk dan kabut asap semakin menebal, sejumlah penduduk dan pengendara sepeda motor tetap terlihat beraktivitas di luar rumah.
Kondisi tersebut mulai menimbulkan kekhawatiran masyarakat, terutama terhadap kesehatan anak-anak nan tetap beraktivitas di luar ruangan.
Rohana, salah seorang ibu rumah tangga, mengaku cemas anak-anak tetap bermain di luar rumah ketika kabut asap semakin tebal.
Menurutnya, kondisi udara seperti saat ini membikin dirinya memilih membatasi aktivitas anak di luar rumah untuk menghindari akibat jelek asap.
“Saya cemas dengan kondisi anak-anak jika bermain di luar rumah saat kabut asap seperti ini. Asapnya semakin tebal, jadi saya lebih memilih anak-anak berada di dalam rumah,” kata Rohana.
Kabut asap nan menyelimuti Kota Jambi dan wilayah sekitarnya ini menjadi perhatian warga. Terlebih, kualitas udara tetap berada dalam kategori tidak sehat dan aktivitas masyarakat di luar ruangan tetap berjalan di tengah kondisi tersebut.
31 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·