Asap Karhutla Picu Kenaikan Kasus ISPA di Riau

Sedang Trending 45 menit yang lalu

Jakarta -

Kebakaran rimba dan lahan di wilayah Riau terus meluas. Bahkan, kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Riau mengalami lonjakan hingga tembus 11 ribu lebih.

Dari info nan dirilis Dinas Kesehatan Riau, kasus ISPA sejak 1-14 September tercatat 11.370. Kasus ini tersebar di 12 kabupaten dan kota di Riau.

"Tanggal 1-14 September total ada 11.000 an kasus ISPA akibat Karhutla di Riau," ujar Kepala Dinas Kesehatan Riau, Zulkifli saat dikonfirmasi, Selasa (15/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, Zulkifli mencatat kasus tersebar di 12 kabupaten dan kota. Untuk puncak peningkatan ISPA terjadi pada tanggal 10 September lampau dengan lebih dari 1.200-an kasus baru.

Meskipun begitu, belum ada laporan mengenai kasus ISPA nan sampai dirujuk ke rumah sakit. Seluruhnya tetap ditangani hingga tingkat Puskesmas dengan konsultasi dan penanganan awal.

"Ini sampai ke Puskesmas saja, tidak ada sampai dirujuk untuk penanganan medis lebih lanjut. Kita laporkan juga info ini ke Kemenkes," kata Zulkifli.

Kasus ISPA tercatat meningkat sejak 19 Agustus lalu. Di mana saat itu hanya ada empat wilayah terdampak karhutla melapor ialah Siak, Kampar, Pelalawan dan Pekanbaru.

"Awalnya itu 19 Agustus hanya 4 Kabupaten seperti Kampar, Siak, Pelalawan, Pekanbaru dan terus naik sampai 12 kabupaten kota di Riau naik," katanya.

Walkot Tetapkan PJJ Sampai Sabtu

Mulai hari ini (16/9) hingga Sabtu (19/9), Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menetapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi peserta didik jenjang PAUD/TK, SD, dan SMP. Keputusan tersebut diambil setelah kualitas udara Kota Pekanbaru kembali memburuk dan dinilai sudah tidak kondusif bagi kesehatan anak-anak.

"Mulai besok sampai hari Sabtu, seluruh satuan pendidikan PAUD, TK, SD, dan SMP melaksanakan pembelajaran jarak jauh. Keputusan ini kita ambil lantaran kondisi udara sudah sangat tidak sehat, terutama bagi anak-anak," kata Agung, Selasa (15/9/2026).

Berdasarkan data, nomor pemantauan kualitas udara BMKG pada pukul 14.00 WIB (15/9) mencapai 220, sedangkan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) tercatat 243. Kondisi tersebut berada dalam kategori sangat tidak sehat dan berisiko membahayakan kesehatan.

Agung menegaskan, kebijakan ini bukan meliburkan proses belajar. Anak-anak tetap mengikuti pembelajaran dari rumah dengan pendampingan orang tua dan materi nan disiapkan oleh sekolah.

"Kepada para guru, siapkan pembelajaran dengan baik dan jangan memberikan tugas yan justru memberatkan anak maupun orang tua. Kepada orang tua, kami minta mendampingi anak-anak selama mengikuti PJJ," ujarnya.

BMKG Ungkap Adanya Potensi Kiriman dari Selatan

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru mengungkapkan asap nan menyelimuti Riau tak sepenuhnya berasal dari kebakaran rimba dan lahan (karhutla) lokal, melainkan kiriman dari wilayah lain.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru Warjono mengatakan, gambaran satelit menunjukkan adanya pergerakan asap dari wilayah di sebelah selatan Riau.

"Berdasarkan pola angin dan gambaran sebaran asap nan kami pantau, terdapat potensi kiriman asap dari wilayah di sebelah selatan Riau. Karena asap bergerak mengikuti arah angin, kondisi nan terpantau di Riau tidak hanya dipengaruhi sumber nan berada di dalam wilayah Riau," kata Warjono, Selasa (15/9/2026).

Data BMKG pada Selasa siang mencatat 4.127 hotspot di Sumatera. Konsentrasi terbesar berada di Sumatera Selatan sebanyak 2.878 titik, disusul Lampung 468 titik, Bangka Belitung 318 titik dan Jambi 285 titik. Sementara Riau tercatat 96 titik.

Pada pembaruan pukul 00.00 hingga 14.00 WIB, BMKG Riau mencatat 29 hotspot di Riau dan seluruhnya berada pada tingkat kepercayaan sedang. Sebanyak 19 titik berada di Indragiri Hulu, empat di Kuantan Singingi, tiga di Pelalawan, serta masing-masing satu di Dumai, Rokan Hilir dan Indragiri Hilir.

Citra sebaran asap BMKG per pukul 13.00 WIB juga menunjukkan asap terdeteksi di sejumlah wilayah Sumatera. Sebarannya secara umum bergerak menuju barat laut seiring arah angin nan bertiup dari tenggara ke barat laut hingga utara.

Pemantauan pergerakan massa udara regional juga memperlihatkan lintasan dari area Kalimantan menuju sekitar Kepulauan Riau, Singapura dan Malaysia. Kondisi ini menunjukkan persoalan asap berkarakter lintas wilayah dan pergerakannya sangat dipengaruhi dinamika atmosfer.

"Asap dapat terbawa angin dan bergerak melintasi wilayah. Karena itu, untuk mengetahui kondisinya secara utuh kita kudu memandang secara berbarengan titik panas, gambaran sebaran asap serta arah dan kecepatan angin," ujar Warjono.

Hingga saat ini, tim campuran BPBD, Polri, TNI, Manggala Agni, pemerintah daerah, Masyarakat Peduli Api dan unsur mengenai terus melakukan pemadaman dan pendinginan. Operasi darat diperkuat dengan water bombing dan Operasi Modifikasi Cuaca sesuai kebutuhan dan kondisi atmosfer.

Saksikan info selengkapnya hanya di program detikPagi jenis Rabu (16/9/2026). Nikmati terus menu sarapan info unik detikPagi secara langsung (live streaming) pada Senin-Jumat, pukul 08.00-11.00 WIB, di 20.detik.com, YouTube dan TikTok detikcom. Tidak hanya menyimak, detikers juga bisa berbagi ide, cerita, hingga membagikan pertanyaan lewat kolom live chat.

"Detik Pagi, Jangan Tidur Lagi!"

(vrs/vrs)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News