AS-Eropa Nyuruh RI Pensiunkan PLTU, Bahlil: Tapi Mereka Sendiri Nggak!

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyoroti ketidakkonsistenan negara-negara maju, seperti Amerika Serikat (AS) dan negara-negara di Eropa perihal dorongan untuk pensiun awal Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) batu bara di Indonesia.

Pemerintah menilai tekanan bumi terhadap transisi daya sering kali tidak sejalan dengan praktik nyata nan dilakukan negara-negara tersebut di dalam negeri mereka sendiri.

Bahlil mengkritik standar dobel nan diterapkan bumi internasional dalam rumor dekarbonisasi global. Bahkan, Bahlil menegaskan Indonesia tidak bakal terjebak dalam skema transisi daya nan dinilai dapat merugikan ketahanan ekonomi nasional dan membebani masyarakat dengan nilai listrik nan mahal.

"Saya ubah PLTU-PLTU nan tadinya beberapa negara Amerika, Eropa menyuruh kita pensiun, dia suruh kita pensiun, dia sendiri nggak pensiun-pensiun. Macam mana ini? Net Zero Emission 2050, 2060. Sekarang Amerika buka opsi batu bara. Di Eropa membuka opsi batu bara, ada minta ke kita untuk 20 juta per tahun," jelasnya dalam aktivitas Sinergi Alumni IPB untuk Bangsa, dikutip Senin (4/5/2026).

Pemerintah mencatat adanya pertentangan di mana negara-negara maju tetap membuka opsi penggunaan batu bara sebagai sumber daya murah di tengah ketidakpastian geopolitik global.

Bahlil menilai Indonesia kudu berani menentukan arah kebijakan energinya sendiri tanpa kudu sepenuhnya mengikuti narasi nan didorong oleh pihak luar.

"Jadi ini seperti orang Papua bilang tulis lain, baca lain, bikin lain. Dan jika seperti ini berfaedah kan kita menari di gendang mereka. Dia suruh kita memakai daya nan mahal, sementara dia memakai daya nan murah. Saya bilang ini model apa?" imbuhnya.

Pemanfaatan PLTU batu bara dipandang sebagai strategi pertahanan alias survival mode untuk menjaga efisiensi anggaran negara. Indonesia saat ini tetap mempunyai persediaan batu bara nan sangat melimpah, sehingga pemanfaatannya untuk menjamin stabilitas pasokan listrik domestik.

"Saya putuskan saya bilang batu bara jalan aja dulu. Ini bicara tentang survival mode. Kita bicara tentang efisiensi. Jangan kita korbankan rakyat kita dengan nilai listrik nan besar," tegasnya.

Kendati begitu, pemerintah menyebut tetap berkomitmen pada sasaran Net Zero Emission pada 2060 melalui pengembangan daya baru terbarukan secara bertahap.

Namun, kedaulatan daya tetap menjadi prioritas utama agar Indonesia mempunyai kendali penuh atas sumber daya alamnya sendiri demi kemakmuran rakyat banyak.

"Bumi, air, dan alam nan terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besar kemakmuran rakyat. Kita tidak bisa menggantungkan nasib kita kepada negara lain," tandasnya.

(wia)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News