Raul Castro.(Al Jazeera)
PEMERINTAH Amerika Serikat dilaporkan tengah merencanakan dakwaan pidana terhadap mantan Presiden Kuba, Raul Castro. Langkah ini menandai peningkatan tekanan nan signifikan dari pemerintahan Donald Trump terhadap pemerintahan komunis di pulau tersebut.
Sejumlah media AS melaporkan pada Kamis (14/5) bahwa potensi dakwaan terhadap laki-laki berumur 94 tahun tersebut berangkaian dengan kejadian tahun 1996. Saat itu, militer Kuba menembak jatuh pesawat nan diterbangkan oleh golongan kemanusiaan anti-Castro, Brothers to the Rescue.
Upaya Perubahan Rezim
Rencana dakwaan ini muncul di tengah blokade ketat AS nan menghentikan nyaris seluruh pasokan bahan bakar ke Kuba. Setelah merayakan penggulingan Nicolas Maduro di Venezuela, pemerintahan Trump sekarang secara terbuka mendorong perubahan rezim di Havana.
Raul Castro, nan menggantikan saudaranya Fidel Castro sebagai presiden, hingga sekarang tetap dianggap sebagai sosok paling berpengaruh di Kuba. Namun, setiap dakwaan resmi nanti harus melalui persetujuan majelis juri (grand jury) di Amerika Serikat.
Krisis Energi di Kuba:
Akibat blokade bahan bakar nan diberlakukan AS, negara berpenduduk 11 juta jiwa tersebut sekarang dilanda pemadaman listrik massal dan kelangkaan BBM nan parah. Menteri Energi Kuba, Vicente de la O Levy, memperingatkan bahwa stok diesel dan minyak bakar di negara itu telah lenyap sepenuhnya.
Eskalasi Hubungan Diplomatik
Hubungan antara Washington dan Havana terus memburuk sejak Donald Trump menjabat untuk masa kedudukan kedua pada tahun 2025. Trump berulang kali memperingatkan bahwa Kuba adalah sasaran berikutnya setelah penculikan militer terhadap pemimpin Venezuela, Nicolas Maduro, oleh pasukan AS.
Beberapa poin krusial dalam eskalasi ini meliputi:
- Blokade Ekonomi: Pemutusan aliran biaya dan bahan bakar dari Venezuela ke Kuba sejak Januari.
- Ancaman Tarif: Trump menakut-nakuti bakal mengenakan tarif berat bagi negara mana pun nan memasok minyak ke Havana.
- Tawaran Bersyarat: Direktur CIA John Ratcliffe baru-baru ini menawarkan support kemanusiaan senilai US$100 juta (sekitar Rp1,6 triliun) dengan syarat pemerintah Kuba menyetujui reformasi nan berarti.
Penyelidikan Hukum di Florida
Upaya untuk menjerat pejabat senior Kuba secara norma dipimpin oleh Kantor Kejaksaan AS untuk Distrik Selatan Florida. Selain Raul Castro, para pejabat AS juga tengah mengeksplorasi dakwaan terhadap pejabat senior lain nan diduga terlibat dalam kejadian penembakan pesawat tahun 1996 tersebut.
Hingga saat ini, pihak Havana belum memberikan tanggapan resmi mengenai laporan rencana dakwaan ini. Namun, situasi di lapangan menunjukkan bahwa tekanan ekonomi dan norma dari Washington menempatkan pemerintah Kuba dalam posisi nan paling susah dalam beberapa dasawarsa terakhir. (Al Jazeera/I-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·