AS bakal Umumkan Dakwaan ke Mantan Pemimpin Kuba Raul Castro

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
AS bakal Umumkan Dakwaan ke Mantan Pemimpin Kuba Raul Castro Raul Castro.(Al Jazeera)

DEPARTEMEN Kehakiman Amerika Serikat (AS) diperkirakan bakal mengungkap dakwaan pidana terhadap mantan pemimpin Kuba, Raul Castro, pada Rabu (20/5/2026) waktu setempat. Langkah norma ini berangkaian dengan kejadian mematikan pada tahun 1996 ialah militer Kuba menembak jatuh pesawat nan dioperasikan oleh golongan kemanusiaan Brothers to the Rescue.

Raúl Castro, nan sekarang berumur 94 tahun, merupakan kerabat laki-laki dari mendiang diktator Fidel Castro. Meskipun dia secara resmi mengundurkan diri sebagai pemimpin Partai Komunis Kuba pada 2021, Raúl tetap dianggap sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh di negara kepulauan tersebut.

Peringatan 30 Tahun dan Keadilan bagi Korban

Pengumuman dakwaan ini bertepatan dengan aktivitas nan dijadwalkan Departemen Kehakiman di Freedom Tower, Miami. Lokasi tersebut menjadi tempat upacara penghormatan bagi para korban penembakan pesawat nan terjadi nyaris tiga dasawarsa lalu.

Jose Basulto, pendiri Brothers to the Rescue, menyatakan harapannya agar langkah norma ini betul-betul terwujud. "Sudah waktunya mereka membayar," tegas Basulto dalam wawancara dengan media setempat, merujuk pada pertanggungjawaban atas kematian para relawan dalam kejadian tersebut.

Konteks Sejarah: Insiden 1996

Pada tahun 1996, jet tempur Kuba menembak jatuh dua pesawat sipil milik golongan Brothers to the Rescue di ruang angkasa internasional. Kelompok nan berbasis di Miami ini dikenal sering melakukan misi pencarian dan pengamanan bagi pengungsi Kuba nan mencoba menyeberangi Selat Florida.

Dampak terhadap Hubungan AS-Kuba

Langkah AS untuk mendakwa mantan kepala negara merupakan tindakan nan jarang terjadi dan diprediksi bakal meningkatkan ketegangan diplomatik antara Washington dan Havana. Para analis menilai bahwa peningkatan tekanan ini bisa menjadi katalisator bagi tuntutan reformasi di Kuba, tetapi di sisi lain juga menyisakan banyak pertanyaan mengenai masa depan hubungan kedua negara.

Hingga saat ini, otoritas Kuba belum memberikan tanggapan resmi mengenai laporan rencana pendakwaan tersebut. Raúl Castro sendiri tetap berada di Kuba dan mini kemungkinan dia bakal diekstradisi ke Amerika Serikat untuk menghadapi persidangan secara langsung.

Dakwaan ini dipandang oleh organisasi pengasingan Kuba di Miami sebagai kemenangan simbolis nan krusial dalam upaya panjang mencari keadilan bagi para korban rezim Castro. (CBS/I-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia