APBD DKI Turun Rp 2 Triliun, Anggaran Makan hingga Seminar Dipangkas

Sedang Trending 47 menit yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta 2026 turun dari sekitar Rp 81 triliun menjadi Rp 79 triliun. Penurunan tersebut berakibat pada efisiensi anggaran di sejumlah perangkat daerah.

Ketua DPRD DKI Jakarta Suhud Alynudin mengatakan sejumlah pos shopping nan tidak berangkaian langsung dengan jasa dasar masyarakat bakal dipangkas. Di antaranya anggaran makan dan minum, kunjungan, hingga seminar.

“Saya kira dampaknya kelak pada pemotongan di sejumlah dinas. Seperti makan minum ya, kemudian kunjungan, seminar-seminar itu dihilangkan,” kata Suhud di Jakarta, dikutip Kamis (17/9/2026).

Menurut Suhud, pengurangan anggaran untuk aktivitas tersebut tetap dapat dilakukan lantaran tidak terlalu berakibat terhadap pelayanan Pemprov DKI Jakarta kepada masyarakat.

“Saya kira tetap wajar lah ya, lantaran itu juga kan tidak bakal berpengaruh kepada kinerja, tidak terlalu berpengaruh kepada kinerja,” ujarnya.

Suhud menjelaskan penurunan APBD terjadi lantaran penerimaan pajak DKI Jakarta tidak mencapai target. Kondisi tersebut berakibat pada pembiayaan wilayah sehingga pemerintah perlu melakukan rasionalisasi dan efisiensi di sejumlah perangkat daerah.

“Ya penurunan APBD itu kan lantaran pajak tidak tidak tidak mencapai sasaran ya. Pajak tidak mencapai target, nah hasilnya memang kita APBD kita turun,” ungkap Suhud.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita