Antara Titanium dan Tradisi Ukiyo-e: Honma x Huawei Watch GT 6 Pro Dibanderol Rp5,5 Juta!

Sedang Trending 5 bulan yang lalu

loading...

Honma x Huawei Watch GT 6 Pro diposisikan sebagai arloji pandai premium untuk golfer serius nan menuntut presisi, daya tahan, dan kreasi berkelas. Foto: Huawei Indonesia

JAKARTA - Huawei memilih jalur sempit namun jelas saat membawa Honma x Huawei Watch GT 6 Pro ke Indonesia: menyasar golfer serius nan butuh presisi, bukan sekadar pengguna jam pandai umum.

Produk hasil kerjasama dengan Honma, merek golf legendaris Jepang berdiri sejak 1959, ini resmi dijual di Tanah Air mulai 5 Februari 2026 dengan nilai Rp5.599.000.

Angka tersebut menempatkannya di segmen premium, namun tetap relatif logis jika dilihat dari kegunaan nan ditawarkan.

Di pasar wearable Indonesia, nilai jam pandai dengan fitur kesehatan dasar sekarang berkisar Rp1 juta–3 jutaan.

Namun, untuk segmen niche seperti golf—yang menuntut kecermatan GPS tinggi, pemetaan lapangan detail, dan daya tahan baterai ekstrem—pilihan tetap terbatas dan umumnya berbobot lebih mahal.

Kolaborasi Jepang-China

 Honma x Huawei Watch GT 6 Pro Dibanderol Rp5,5 Juta!

Honma x Huawei Watch GT 6 Pro menggabungkan dua karakter kuat. Honma membawa warisan craftsmanship Jepang dengan pendekatan perincian dan simbolisme unik golf, sementara Huawei menyuntikkan teknologi wearable flagship nan sebelumnya hanya datang di lini kelas atas seperti Huawei Watch Ultimate.

Debut dunia produk ini dilakukan di Jepang pada Oktober 2025, sebelum akhirnya masuk ke Indonesia. Langkah ini mencerminkan pasar sasaran nan jelas: negara dengan organisasi golf aktif dan daya beli nan cukup mapan.

Setiap unit dijual dalam bungkusan gift box berisi golf marker, green fork, dan bola golf jenis khusus. Bukan sekadar bingkisan kosmetik, perlengkapan ini menegaskan positioning produk sebagai bagian dari ekosistem golf, bukan aksesori fesyen semata.

Desain: Simbol Golf Jepang di Pergelangan Tangan

 Honma x Huawei Watch GT 6 Pro Dibanderol Rp5,5 Juta!

Secara fisik, arloji ini menolak kesan plastik. Menggunakan material aerospace-grade titanium alloy pada casing dan sapphire glass pada layar, perangkat ini dirancang untuk tahan lecet meski kudu berhadapan dengan pasir bunker alias sinar mentari terik 18 holes.

Selengkapnya
Sumber Tekno Sindonews
Tekno Sindonews