Angkasa Pura Buka Suara soal Pesawat Menhut Gagal Mendarat Gegara Asap

Sedang Trending 49 menit yang lalu

Jakarta -

Angkasa Pura Indonesia buka bunyi soal Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni nan sempat kandas melakukan pendaratan di Kalimantan Barat (Kalbar) akibat kondisi asap. Menurut Angkasa Pura, keselamatan penerbangan memang menjadi pertimbangan utama dalam proses pendaratan pesawat.

Direktur Utama Angkasa Pura, Mohammad Rizal Pahlevi mengatakan, maskapai mempunyai standar mengenai jarak pandang pilot alias visibility menuju landasan. Jika pandangan pilot terhalang dan tidak memenuhi standar keselamatan, pendaratan bakal dibatalkan.

"Airline itu punya standarisasi untuk visibility dari pandangan pilot alias kokpit ke runway, ke landasan.Selama itu ada pandangan nan terhalang untuk argumen keselamatan pasti dibatalkan," kata Rizal saat ditemui di kompleks DPR RI Senayan, Jakarta, Kamis (3/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain di Kalimantan,Rizal mengatakan kondisi asap tetap terpantau memengaruhi penerbangan di Palangkaraya. Sementara, Medan nan sebelumnya terdampak sekarang sudah kembali normal.

"Yang sekarang sedang ada asap ya, di Palangkaraya dan Medan kemarin.Tapi Medan sudah kembali normal," tuturnya.

Sementara itu, kondisi di Pekanbaru sejauh ini tidak terdampak asap. Rizal mengatakan kondisi tersebut dipengaruhi hembusan angin berasas pemantauan BMKG.

"Nah jika Pekanbaru saya pantau lantaran tiupan hembusan angin dari BMKG sehingga pekan baru so far tidak terdampak.Kita kami berkoordinasi dengan BMKG untuk memastikan keselamatan jalur udara di Indonesia," ujar Rizal.

Sebelumnya, Raja berbareng rombongan dilaporkan kandas mendarat di Bandara Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat. Penyebabnya adalah kabut asap tebal akibat kebakaran rimba dan lahan (karhutla) nan menyelimuti Kalbar.

"Di tempat kita ini beliau batal datang lantaran kabut asap dan jarak pandang hanya bisa 100 meter saja. Sehingga pesawat tidak berani untuk landing," kata Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan di Pontianak, dilansir Antara.

(acd/acd)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance