Angka PDB RI Dirilis Hari ini, Simak Ramalan Purbaya-Bos BI-Airlangga

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pusat Statistik (BPS) bakal mengumumkan realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 pada pukul 11.00 WIB hari ini, Selasa (5/5/2026). Data ini bakal menentukan arah kebijakan pemerintah ke depannya.

Sejumlah pejabat negara pun telah memperkirakan, laju pertumbuhan pada tiga bulan pertama tahun ini bakal makin sigap dan melampaui level kuartal IV-2025 nan sebesar 5,39% yoy, maupun kuartal I-2025 nan tumbuh 4,87% yoy.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memperkirakan, realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I-2026 bakal mencapai 5,5% yoy.

Ditopang oleh beberapa faktor, ialah konsumsi rumah tangga, penyaluran tunjang hari raya (THR) hingga percepatan shopping pemerintah pada awal tahun, termasuk THR dan stimulus konsumsi Rp 809 triliun.

"Indonesia sendiri, pertumbuhan di triwulan pertama cukup baik ditopang konsumsi rumah tangga, penyaluran THR serta percepatan shopping dan stimulus nan mencapai Rp 809 triliun," ujar Airlangga dalam konvensi pers di instansi Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Jakarta, dikutip hari ini.

Tak jauh berbeda dengan Airlangga, majelis gubernur Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 tetap kuat di tengah tingginya ketidakpastian global. Proyeksinya di kisaran 5,4%.

Deputi Gubernur Senior (DGS) BI Destry Damayanti menuturkan kondisi ekonomi dunia nan dibayangi oleh perang di Timur Tengah memberikan pengaruh bagi ekonomi Indonesia. Namun, dia menilai ekonomi domestik tetap handal meredam pengaruh rambatan tekanan.

"Insyaallah tetap bisa mempertahankan pertumbuhan kita di triwulan I-2026 di level sekitar 5,4%," ucap Destry.

Namun, dia mengingatkan bahwa Indonesia tidak bisa hanya puas dengan capaian ini. Menurut Destry, Indonesia kudu mempunyai daya tahan nan tinggi. Inilah nan membikin BI terus mendorong penguatan ekonomi domestik, termasuk konsumsi domestik dan investasi.

"Karena memang sebenarnya ekonomi Indonesia itu adalah domestik economic oriented. Dengan konsumsi menimbangkan 54% kemudian investasi nan 30%," papar Destry.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga memperkirakan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 bakal tumbuh sebesar 5,5%. Pertumbuhan ini dinilai cukup baik di tengah gejolak global.

"Pertumbuhan pertama mungkin bakal tumbuh 5,5% ke atas," ujar Purbaya dalam peluncuran PINTAR di Gedung BEI, Jakarta, Senin (27/4/2026).

Menurutnya, laju pertumbuhan ini bakal menjadi tolak ukur bagi pemerintah untuk mengamankan tren pertumbuhan 6% hingga 8% pada tahun-tahun mendatang. Selain itu juga menjadi referensi daya tahan pertumbuhan di tengah tekanan ekonomi global, pengaruh krisis daya akibat bentrok global.

"Di tengah gejolak ekonomi dunia nan tidak jelas itu, kita bisa bisa menciptakan pertumbuhan domestik nan cukup baik. Dan ini bakal terjadi terus ke depan," katanya.

Senada, Wakil Menteri Keuangan Juda Agung mengatakan proyeksi tersebut didukung oleh sejumlah parameter ekonomi terkini. Termasuk peningkatan penerimaan pajak dari konsumsi. Tercatat sepanjang tiga bulan pertama 2026, penerimaan negara dari PPN dan PPnBM mencapai Rp 155,6 triliun alias meningkat 57,7% dari periode sebelumya.

"Proyeksi Kementerian Keuangan pertumbuhan di triwulan 1 diperkirakan 5,5% dengan memandang PPN dan PPnBM meningkat cukup signifikan. Kemudian ekspektasi konsumen dan sebagainya, kemudian kita optimis bahwa di triwulan 1 bakal tumbuh 5,5%," ujar Juda.

Juda menegaskan optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi pada awal tahun juga ditopang oleh membaiknya kepercayaan konsumen serta aktivitas ekonomi domestik nan tetap terjaga.

"Dengan adanya upaya-upaya pemerintah untuk mendorong percepatan belanja, maka terlihat juga konsumsi masyarakat tetap dalam tren meningkat. Ini info Mandiri Spending Index, consumer goods, dan sebagainya, ini trennya tetap mengalami kenaikan. Begitu juga kepercayaan konsumen atas kondisi ekonomi kita, ini tetap sangat kuat," ujarnya.

Sementara itu, berasas konsensus nan dihimpun CNBC Indonesia dari 12 lembaga/institusi, pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan mencapai 5,40% secara tahunan (year on year/yoy). Namun secara kuartalan, ekonomi diproyeksi terkontraksi 1,0% dibandingkan kuartal sebelumnya (quarter to quarter/qtq).

Bila sesuai proyeksi maka pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 menjadi nan tertinggi sejak kuartal III-2022 (5,73%) sekaligus menjadi nan terbesar di era Presiden Prabowo Subianto.

(arj/haa)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News