Anggota DPR Sambut Baik Gencatan Senjata AS-Iran: Harga Minyak Berpotensi Turun

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Anggota Komisi XII DPR RI, Yulian Gunhar. Foto: Instagram/ @gunharpaduka

Anggota Komisi XII DPR RI Yulian Gunhar, menyambut positif kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan antara Amerika Serikat dan Iran. Menurutnya, langkah ini menjadi sinyal awal meredanya ketegangan geopolitik dunia nan selama ini menekan pasar daya dunia.

Gunhar menilai, meredanya bentrok di Timur Tengah bakal berakibat langsung pada stabilitas nilai minyak dunia.

"Ketegangan Iran-AS selama ini menjadi aspek utama lonjakan nilai minyak global. Dengan adanya gencatan senjata, nilai minyak berpotensi turun," ujarnya, Kamis (9/4).

kumparan post embed

Ia menjelaskan, stabilitas nilai minyak sangat krusial bagi Indonesia nan tetap berjuntai pada impor energi. Jika nilai minyak terkendali, beban subsidi daya dalam APBN dapat ditekan.

"Ini memberi ruang fiskal nan lebih sehat bagi pemerintah untuk mengalokasikan anggaran ke sektor produktif," katanya.

Politikus PDIP ini mengapresiasi langkah pemerintah nan tidak meningkatkan nilai BBM di tengah tekanan global.

"Kami mengapresiasi kebijakan pemerintah nan tidak meningkatkan nilai BBM, meskipun di sejumlah negara tetangga sudah terjadi kenaikan. Ini menunjukkan keberpihakan pada daya beli masyarakat," ucapnya.

Selain itu, dia menilai meredanya tensi geopolitik turut berakibat pada nilai tukar rupiah. Menurutnya, kondisi dunia nan lebih stabil dapat mendorong arus modal asing kembali masuk.

"Rupiah berpotensi menguat alias setidaknya lebih stabil lantaran sentimen pasar membaik," tambahnya.

Perahu-perahu di Selat Hormuz di Selat Hormuz di tengah bentrok AS-Israel dengan Iran seperti terlihat dari Musandam, Oman, Senin (2/3/2026). Foto: Amr Alfiky/REUTERS

Dari sisi inflasi, Gunhar menyebut nilai daya menjadi komponen penting. Ia menilai stabilitas nilai BBM bakal membantu menahan kenaikan nilai peralatan dan jasa.

"Jika nilai daya terkendali, tekanan inflasi juga bisa dijaga," katanya.

Dalam jangka menengah, Gunhar mendorong pemerintah memanfaatkan kondisi oversupply listrik nasional sebagai bagian dari transisi energi.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan