Jakarta -
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade terus memperjuangkan penguatan akses internet di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat (Sumbar). Sebanyak empat base transceiver station (BTS) tambahan dari Telkomsel telah disetujui dan bakal dibangun untuk mendukung peningkatan jaringan telekomunikasi di wilayah kepulauan tersebut.
Menurut Andre, upaya ini dilakukan untuk membantu masyarakat Mentawai mendapatkan konektivitas nan lebih baik guna mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga pengembangan pariwisata.
Andre mengatakan kebutuhan internet menjadi salah satu aspirasi nan disampaikan Bupati Kepulauan Mentawai Rinto Wardana dalam komunikasi dan pertemuan pada awal 2026. Aspirasi tersebut kemudian diperjuangkan agar mendapat perhatian pemerintah pusat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pada awal tahun 2026 kami telah menggelar rapat berbareng Bupati Mentawai untuk mendengarkan apa nan dibutuhkan dan salah satunya adalah kebutuhan internet," kata Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM) itu, Minggu (18/10/2026).
Dari upaya tersebut, empat BTS tambahan telah disetujui untuk mendukung kebutuhan jaringan telekomunikasi di Mentawai. Meski demikian, Andre menilai jumlah tersebut belum cukup untuk menjawab seluruh kebutuhan masyarakat sehingga penambahan prasarana tetap perlu diperjuangkan.
"Pada tahap sekarang ini nan disetujui baru empat BTS, namun demikian saya bakal terus berjuang untuk menambah dan memperbanyak," ujar Andre.
Ketua DPD Gerindra Sumbar ini menekankan akses internet nan memadai menjadi kebutuhan krusial bagi masyarakat Mentawai. Konektivitas digital, kata Andre, tidak hanya mempermudah komunikasi, tetapi juga berkedudukan dalam mendukung aktivitas bisnis, pendidikan, transportasi, akses pengetahuan pengetahuan, mitigasi bencana, serta promosi pariwisata.
Sebagai wilayah kepulauan dengan potensi wisata nan besar, Mentawai memerlukan jaringan telekomunikasi nan semakin baik agar masyarakat dan pelaku upaya lokal dapat memperluas akses info serta menjangkau pasar nan lebih luas.
Selain ihwal penambahan BTS, Andre mengungkapkan pihaknya telah berkomunikasi dengan pihak Telkom untuk membahas peningkatan kualitas jasa internet di Mentawai. Salah satu opsi nan menjadi perhatian adalah pembangunan jaringan kabel serat optik bawah laut.
"Hanya saja untuk pemasangan kabel serat optik bawah laut tersebut dibutuhkan biaya nan sangat besar, namun demikian perjuangan bakal terus saya lakukan," ucapnya.
Andre menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan kebutuhan konektivitas Mentawai. Penguatan prasarana telekomunikasi diharapkan dapat memperluas akses digital masyarakat sekaligus mendukung pemerataan pembangunan di Sumatera Barat, termasuk di wilayah kepulauan nan memerlukan perhatian khusus.
Sementara itu, Manager Network Operation Padang Telkomsel, Andy Suhatril, menjelaskan bahwa terdapat empat letak pembangunan BTS nan masuk dalam daftar pengembangan jaringan di Kepulauan Mentawai. Keempatnya berada di Subur Makmur, Rokdog, Bukit Sibai-bai, dan Bukkuk Monga.
Berdasarkan info progres pembangunan, BTS Rokdog dan Bukit Sibai-bai tercatat berada pada tahap RFI, sedangkan BTS Subur Makmur dan Bukkuk Monga berada pada tahap CME.
"Khusus untuk letak Subur Makmur, pembangunan tetap ditahan lantaran terkendala persyaratan perizinan. BTS tersebut belum dapat dibangun sebelum Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) diterbitkan," kata Andy.
Andy menjelaskan, perkembangan pembangunan empat BTS tersebut menjadi bagian krusial dalam upaya memperluas prasarana telekomunikasi di Mentawai. Dukungan pemerintah wilayah dan pengawalan Andre Rosiade diharapkan dapat membantu mendorong penyelesaian beragam kendala, sehingga pembangunan BTS dapat melangkah sesuai ketentuan dan manfaatnya segera dirasakan masyarakat.
(fca/gbr)
53 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·